Publish: 21 Juli 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Sel, 21/7/2026] Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melalui International Relations Office (IRO) bekerja sama dengan Deutscher Akademischer Austauschdienst (DAAD) Indonesia menyelenggarakan sosialisasi Beasiswa DAAD secara daring melalui Webex, Senin (20/7/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan berbagai peluang studi, riset, dan kolaborasi akademik di Jerman kepada mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan Unsoed.
Direktur IRO Unsoed, Dr. Agus Haryanto, saat membuka kegiatan menyampaikan apresiasi kepada DAAD Indonesia yang kembali mempercayai Unsoed sebagai tuan rumah penyelenggaraan sosialisasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu upaya mendorong semakin banyak sivitas akademika Unsoed untuk melanjutkan studi ke Jerman melalui program beasiswa DAAD.
"Tahun ini kita menyelenggarakan kegiatan ini, sama seperti tahun lalu. Kami mengucapkan terima kasih kepada DAAD yang kembali mempercayakan Unsoed sebagai host. Kami juga berharap kegiatan ini menjadi stimulus sehingga pada tahun mendatang akan ada alumni Unsoed yang berhasil memperoleh beasiswa DAAD," ujar Agus.
Dalam sesi pemaparan, Dwi Novaldi dari tim DAAD Indonesia menjelaskan keunggulan sistem pendidikan tinggi di Jerman yang dikenal memiliki reputasi kuat di bidang inovasi dan teknologi. Ia menyampaikan bahwa Jerman menawarkan sekitar 2.500 program studi berbahasa Inggris dengan biaya pendidikan yang relatif terjangkau serta didukung fasilitas kesehatan dan kehidupan mahasiswa yang baik.
Peserta juga memperoleh informasi mengenai karakteristik perguruan tinggi di Jerman, mekanisme penerimaan mahasiswa internasional, hingga berbagai skema pendanaan yang tersedia. Program beasiswa DAAD mencakup jenjang magister, doktor, dan pendanaan riset bagi akademisi, baik untuk bidang STEM maupun ilmu sosial, kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, pendidikan, seni, dan arsitektur. Selain itu, dijelaskan pula persyaratan beasiswa, kemampuan bahasa, pengalaman kerja, cakupan biaya hidup, serta peluang melakukan penelitian bersama mitra di Jerman.
Sosialisasi turut menghadirkan Prof. Condro Wibowo, dosen Fakultas Pertanian Unsoed sekaligus alumni penerima beasiswa DAAD. Ia membagikan pengalaman selama menempuh studi selama tujuh tahun di Jerman, termasuk manfaat yang diperoleh dari sisi akademik maupun pengembangan jejaring internasional.
"Mulailah berlatih dari sekarang. Kemandirian adalah kuncinya. Jangan takut mencoba karena sebenarnya kita mampu, hanya terkadang kurang percaya diri," pesannya kepada para peserta.
Antusiasme peserta tampak pada sesi diskusi yang berlangsung interaktif. Berbagai pertanyaan diajukan mengenai mekanisme pendaftaran beasiswa, peluang berkarier di Jerman setelah lulus, persyaratan Letter of Acceptance (LoA), ketentuan beasiswa program doktor, hingga kesempatan studi bagi bidang ilmu sosial dan non-STEM. Tim DAAD Indonesia menjelaskan bahwa setiap program memiliki mekanisme seleksi dan persyaratan yang berbeda sehingga calon pelamar perlu mempelajari informasi resmi sesuai program yang diminati.
Melalui kegiatan ini, Unsoed terus memperkuat komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi dengan membuka akses yang lebih luas terhadap peluang studi dan kolaborasi riset di tingkat global. Diharapkan, semakin banyak mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan Unsoed yang mempersiapkan diri untuk mengikuti program mobilitas akademik dan meraih beasiswa internasional, khususnya melalui program-program yang ditawarkan DAAD. #unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak#sdgs4#sdgs17




