Publish: 21 Juli 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Sel, 21/7/2026] Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) terus memperkuat kontribusi akademik dalam mendukung konservasi ekosistem laut melalui penyelenggaraan Workshop dan Sertifikasi Monitoring Terumbu Karang dan Isu Perubahan Iklim Global bertema “Tropical Coral Reef and Climate Change: Global Challenges and Future Solutions.” Kegiatan yang digelar Pusat Biodiversitas dan Maritim LPPM Unsoed bekerja sama dengan Reef Check Indonesia pada Senin (6/7/2026) ini diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri atas dosen, peneliti, mahasiswa, dan pegiat konservasi.
Workshop tersebut menjadi wadah peningkatan kapasitas dalam memahami tantangan konservasi terumbu karang di tengah dampak perubahan iklim. Melalui kegiatan ini, Unsoed mendorong penguatan peran perguruan tinggi dalam menghasilkan riset, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat yang mendukung pelestarian ekosistem pesisir dan laut.
Kegiatan dibuka oleh Sekretaris LPPM Unsoed, Dr. Sri Wahyu Handayani, S.H., M.H., yang mewakili Kepala LPPM Unsoed. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa isu terumbu karang dan perubahan iklim membutuhkan keterlibatan aktif perguruan tinggi melalui kolaborasi lintas sektor.
"Isu terumbu karang dan perubahan iklim membutuhkan kontribusi aktif perguruan tinggi, terutama melalui penelitian, pendidikan, pendampingan masyarakat, serta penguatan jejaring kolaborasi," ujarnya.
Materi workshop disampaikan oleh Derta Prabuning, S.Kel., M.Si., bersama tim Reef Check Indonesia. Peserta memperoleh pemahaman mengenai berbagai ancaman terhadap terumbu karang, mulai dari kenaikan suhu laut, pengasaman laut, pemutihan karang, pencemaran, penangkapan ikan berlebih, hingga degradasi habitat pesisir.
Salah satu materi yang menjadi perhatian adalah konsep Climate Refugee Reefs, yakni kawasan terumbu karang yang memiliki peluang lebih besar untuk bertahan terhadap dampak perubahan iklim dan berpotensi menjadi sumber pemulihan bagi kawasan terumbu karang di sekitarnya. Pendekatan ini menekankan pentingnya mengidentifikasi serta melindungi kawasan dengan kondisi ekologi yang masih baik dan memiliki konektivitas tinggi untuk mendukung regenerasi ekosistem laut.
Menurut Derta Prabuning, perubahan iklim telah mengubah paradigma konservasi terumbu karang. "Kini kita tidak lagi hanya berfokus pada terumbu karang yang masih indah, tetapi juga pada kawasan yang memiliki peluang terbaik untuk bertahan menghadapi perubahan iklim dan menjadi sumber pemulihan bagi terumbu karang di masa depan. Melalui kegiatan ini, kami berharap semakin banyak akademisi, mahasiswa, dan masyarakat yang dapat mengakses pengetahuan secara terbuka serta berkontribusi dalam aksi konservasi berbasis sains," jelasnya.
Selain sesi diskusi, peserta juga mengikuti pelatihan Coral Reef Rescue e-learning, sebuah platform pembelajaran daring yang dapat diakses secara gratis untuk meningkatkan kapasitas akademisi, praktisi, dan pengelola kawasan konservasi. Peserta juga diperkenalkan dengan Coral Reef Rescue Portal, pusat pengetahuan digital yang menyediakan publikasi ilmiah, panduan teknis, studi kasus, hingga perangkat pendukung pengambilan keputusan berbasis bukti ilmiah.
Kepala Pusat Biodiversitas dan Maritim LPPM Unsoed, Dr. rer. nat. Riyanti, S.T., M.Biotech., mengatakan bahwa kolaborasi dengan Reef Check Indonesia diharapkan semakin memperkuat peran perguruan tinggi dalam konservasi ekosistem laut. "Kolaborasi dengan Reef Check Indonesia diharapkan dapat memperluas pemahaman peserta mengenai pemantauan terumbu karang, risiko perubahan iklim, serta strategi perlindungan kawasan terumbu yang memiliki peran penting bagi masa depan keanekaragaman hayati laut," ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Unsoed berharap terjalin kolaborasi yang lebih luas antara perguruan tinggi, lembaga konservasi, pemerintah, peneliti, mahasiswa, dan masyarakat dalam mengembangkan upaya perlindungan terumbu karang berbasis sains guna mendukung keberlanjutan ekosistem laut Indonesia.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak#sdgs4#sdgs13#sdgs14#sdgs17




