Publish: 31 Juli 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Jum, 31/7/26] Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggagas transformasi Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) EXPO XVII Tahun 2026 menjadi ekosistem bisnis digital yang berkelanjutan melalui kolaborasi dengan marketplace nasional. Sebagai tuan rumah penyelenggara, Unsoed mengusulkan agar produk-produk karya finalis KMI EXPO tidak hanya dipamerkan selama kegiatan berlangsung, tetapi juga memperoleh akses pasar yang lebih luas sehingga dapat terus dipasarkan dan berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam audiensi dengan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Fauzan, di Jakarta, Rabu (29/7/2026), sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan KMI EXPO XVII 2026.
Delegasi Unsoed dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Ir. Norman Arie Prayogo, S.Pi., M.Si., IPU., ASEAN Eng., didampingi Kepala UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan, Dr. Ratna Stia Dewi, S.Si., M.Sc., serta Ketua Unsoed Career Portal, Niken Istikhari Muslihah, S.Pd., M.Sc.
Dalam pertemuan tersebut, Unsoed memaparkan konsep penguatan ekosistem kewirausahaan mahasiswa melalui integrasi produk finalis KMI EXPO dengan salah satu marketplace nasional. Gagasan ini diharapkan menjadi terobosan yang mengubah KMI EXPO dari sekadar ajang kompetisi dan pameran menjadi ruang pengembangan bisnis yang memberikan dampak jangka panjang bagi mahasiswa.
Selama ini, KMI EXPO dikenal sebagai wadah mahasiswa memamerkan produk inovatif hasil karya mereka. Namun, Unsoed ingin melangkah lebih jauh. Dengan integrasi ke platform marketplace, produk-produk terbaik tidak hanya dipajang selama acara berlangsung, tetapi juga dapat dipasarkan secara terus-menerus setelah expo usai.
Prof. Norman menegaskan bahwa KMI EXPO harus menjadi momentum lahirnya pengusaha muda Indonesia yang mampu bersaing di era digital.
"Kami ingin KMI EXPO tidak berhenti sebagai ajang kompetisi dan pameran produk semata. Mahasiswa harus mendapatkan akses menuju pasar yang sesungguhnya. Melalui kolaborasi dengan marketplace, produk-produk terbaik karya mahasiswa diharapkan dapat terus dipasarkan secara luas sehingga mampu tumbuh menjadi bisnis yang berkelanjutan," ujar Prof. Norman.
Sementara itu, Dr. Ratna Stia Dewi menambahkan bahwa penguatan ekosistem kewirausahaan menjadi faktor penting agar program ini memberikan dampak nyata terhadap peningkatan jumlah wirausaha muda di Indonesia. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri merupakan langkah strategis untuk melahirkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan mampu menciptakan lapangan kerja.
"Mahasiswa membutuhkan lebih dari sekadar pelatihan dan kompetisi. Mereka memerlukan akses terhadap pasar, jejaring bisnis, dan pendampingan yang berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk memasuki dunia usaha secara nyata," jelas Dr. Ratna.
Gagasan tersebut mendapat respons positif dari Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Fauzan. Ia menilai kolaborasi dengan marketplace merupakan langkah maju yang berpotensi memperkuat dampak KMI EXPO dalam pengembangan kewirausahaan mahasiswa secara nasional.
Model pengembangan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang berorientasi pada keberlanjutan usaha, transformasi digital, dan peningkatan daya saing produk mahasiswa Indonesia.
Sebagai tuan rumah, Unsoed berkomitmen menghadirkan KMI EXPO XVII Tahun 2026 yang tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat jangka panjang bagi mahasiswa, perguruan tinggi, dunia usaha, dan pembangunan ekonomi nasional.
Melalui semangat kolaborasi dan inovasi, KMI EXPO XVII 2026 diharapkan menjadi titik awal lahirnya generasi wirausaha muda Indonesia yang mampu menguasai pasar digital dan berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi bangsa. #unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak




