Publish: 30 Juli 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Kam, 30/7/2026] Pusat Koordinasi Inovasi, Hilirisasi, dan Percepatan Swasembada Pangan (Puskor IHSP) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) berpartisipasi dalam Pelatihan Penulisan Deskripsi Permohonan Paten (PDPP) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, bekerja sama dengan Universitas AKPRIND Indonesia Yogyakarta.
Kegiatan yang berlangsung pada 28–29 Juli 2026 tersebut diikuti oleh perwakilan Puskor IHSP, Dr. Santi Dwi Astuti, S.TP., M.Si. dan Dr. Friska Citra Agustia, S.TP., M.Sc. Keduanya menyusun dokumen deskripsi permohonan paten untuk invensi di bidang pangan fungsional sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan kekayaan intelektual atas hasil penelitian.
“Pelatihan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai penyusunan deskripsi permohonan paten, mulai dari penelusuran informasi paten hingga penyusunan dokumen yang sesuai dengan ketentuan. Kompetensi ini penting untuk memastikan hasil riset dapat terlindungi dan memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut,” ujar Dr. Santi.
Pelatihan tersebut membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan mengenai penyusunan dokumen spesifikasi paten, penelusuran informasi paten, evaluasi patentabilitas invensi, serta penyempurnaan dokumen sesuai ketentuan yang berlaku. Kompetensi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pengelolaan kekayaan intelektual dan proses hilirisasi hasil riset.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Friska Citra Agustia, S.TP., M.Sc. meraih predikat Peserta Terbaik. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya Puskor IHSP dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang pengelolaan dan perlindungan kekayaan intelektual.
“Predikat Peserta Terbaik menjadi pengalaman yang sangat berarti. Selain menambah pemahaman teknis dalam penyusunan dokumen paten, kegiatan ini juga memberikan dorongan untuk terus mengembangkan hasil penelitian agar memiliki perlindungan kekayaan intelektual dan dapat dihilirkan menjadi inovasi yang bermanfaat,” kata Dr. Friska.
Keikutsertaan Puskor IHSP LPPM UNSOED dalam kegiatan ini mendukung penguatan ekosistem inovasi di lingkungan universitas, khususnya dalam perlindungan hasil riset dan percepatan hilirisasi inovasi di bidang pangan. Langkah tersebut sejalan dengan upaya UNSOED mendorong hasil penelitian yang memiliki nilai akademik, manfaat bagi masyarakat, serta potensi untuk dikembangkan bersama dunia industri.




