Berita

Unsoed Fasilitasi Peserta UTBK Pasca Kecelakaan, Wujud Nyata Layanan Humanis dan Inklusif

[unsoed.ac.id, Sel, 28/4/2026] Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan yang humanis dan inklusif dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Ujian dilaksanakan pada hari Selasa, 28 April 2026 di Pusat UTBK 351 Unsoed.

Salah satu peserta, Mathisya Najiha Yaffa Nalindra, tetap dapat mengikuti UTBK meskipun dalam kondisi pasca kecelakaan. Perhatian dan dukungan dari panitia UTBK Unsoed telah diberikan sejak tahap awal. Saat melakukan survei lokasi ujian pada H-1 minggu, Mathisya yang semula dijadwalkan mengikuti ujian di lantai 3 mendapatkan keringanan untuk melaksanakan ujian di lantai 1 guna memudahkan akses dan menjaga kondisi kesehatannya.

Tidak hanya itu, panitia UTBK Unsoed juga memberikan pendampingan sejak peserta datang hingga selesai ujian. Fasilitas dan bantuan yang diberikan dirancang untuk memastikan Mathisya tetap dapat mengikuti ujian dengan nyaman tanpa mengurangi standar pelaksanaan UTBK.

Wakil Rektor Bidang Akademik Unsoed, Prof. Dr. Ir. Noor Farid, M.Si, menegaskan bahwa pelayanan terhadap peserta merupakan prioritas utama, terutama bagi mereka yang membutuhkan perhatian khusus.

“Unsoed berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh peserta UTBK, termasuk mereka yang berada dalam kondisi khusus seperti pasca kecelakaan. Penyesuaian lokasi ujian, pendampingan, serta fasilitas yang kami berikan merupakan bentuk kepedulian kami agar setiap peserta tetap memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti ujian dengan optimal,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari pihak keluarga. Ibu Ina selaku orang tua Mathisya menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh pihak Unsoed.

“Kami sangat berterima kasih kepada panitia UTBK Unsoed yang telah memberikan kemudahan dan perhatian luar biasa kepada anak kami. Mulai dari penyesuaian lokasi ujian hingga pendampingan selama pelaksanaan, semua sangat membantu kondisi anak kami. Ini sangat berarti bagi kami sebagai orang tua,” ungkapnya.

Kisah perjuangan Mathisya menjadi cerminan semangat dan ketangguhan calon mahasiswa Indonesia, sekaligus menunjukkan bahwa dukungan lingkungan dan institusi pendidikan memiliki peran penting dalam memastikan akses pendidikan yang adil dan merata bagi semua.

Melalui langkah ini, Unsoed menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga berempati dan berorientasi pada kebutuhan peserta.

#unsoedberdampak #sdgs3 #sdgs4 #sdgs10