Publish: 1 Oktober 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengembangan kewirausahaan mahasiswa melalui keikutsertaan dalam Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo 2026 mulai tanggal 29 September s.d 1 Okotber 2026 yang bertempat di Unsoed. Pada ajang nasional tersebut, Unsoed membuka stand yang menghadirkan lima inovasi mahasiswa dari berbagai bidang, mulai dari ekonomi kreatif berbasis perikanan, edukasi cryptocurrency, teknologi akuakultur, manajemen energi, hingga smart farming peternakan.
Lima inovasi yang ditampilkan merupakan karya mahasiswa yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk dan usaha berkelanjutan. Kehadiran stand Unsoed juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperkenalkan karya, membangun jejaring dengan calon mitra, serta membuka peluang pengembangan dan komersialisasi inovasi.
Salah satu inovasi yang ditampilkan adalah AQUA-VISH (Aquatic Visualization Specimen), karya mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) di bawah bimbingan Jefri Anjaini, S.Pi., M.P. Inovasi ini memadukan ilmu perikanan dan seni kriya dengan memanfaatkan ikan reject dari pembudidaya dan pasar lokal menjadi plakat, hiasan dinding, dan gantungan kunci. Melalui teknik clearing and staining, tubuh ikan dibuat transparan dan bagian kerangka diberi pewarna khusus sehingga menghasilkan karya seni ilmiah yang unik, estetis, dan tahan lama. Selain memiliki nilai ekonomi, AQUA-VISH dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi anatomi ikan sekaligus mendorong penerapan ekonomi sirkular dengan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual.
Inovasi berikutnya adalah Ricocapital, yang dikembangkan oleh A Rico Yoananda Rahardja (K1C023140), Muhammad Sholahatul Haq (H1D024060), Naufal Satrio Putra (H1D024079), Taufik Fajar Ikhsan Amali (A1F024146), dan Afifah Husna Zhafira (C1C024108). Ricocapital merupakan platform edukasi cryptocurrency berbasis aplikasi mobile yang terintegrasi dengan chatbot AI. Platform ini menyediakan kurikulum video dan riset yang terstruktur, notifikasi langsung, serta fitur pembayaran menggunakan cryptocurrency. Inovasi tersebut dikembangkan untuk memperkenalkan cryptocurrency kepada masyarakat sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai peluang dan risikonya.
Sementara itu, dari bidang akuakultur, Jaqua Smart Autofeeder dikembangkan oleh Hakka Hibani Musa (L1B024023), Farhan Faizal Nur Azmi (L1B024040), Putra Anugrah SyailendraDoni (L1B024001), dan Yumna Aqilah Husna (L1B023145). Jaqua menghadirkan alat pemberi pakan ikan otomatis berbasis panel surya yang dapat beroperasi secara off-grid dan terintegrasi dengan teknologi Internet of Things (IoT). Sistem ini mampu mengatur pemberian pakan secara terjadwal, menyebarkan pelet secara merata ke seluruh kolam, serta memantau kualitas air secara real-time. Inovasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi pakan, menekan biaya operasional, dan mendukung budidaya ikan berkelanjutan, khususnya di wilayah dengan keterbatasan akses listrik.
Di bidang energi, Unsoed menghadirkan Scio, platform orkestrasi energi yang dikembangkan oleh Karel Tsalasatir Riyan (H1D023085), Muhammad Azka Mauzaky Setyoko (H1D023066), Ihya Ulumudin (H1A023068), Violetta Maylita Saffana (C1A025039), dan Muhammad Arief Faqih (C1A024041). Scio mengintegrasikan berbagai sumber energi, seperti genset, PLN, PLTS, PLTU, PLTA, dan PLTB, termasuk sistem mikrogrid di desa, kawasan pertambangan, dan wilayah terpencil ke dalam satu sistem manajemen energi. Platform ini juga dirancang untuk membantu mendeteksi potensi kerusakan peralatan lebih awal serta mengidentifikasi penggunaan energi yang tidak efisien. Dengan demikian, pengelola dapat menekan pemborosan, mengurangi biaya operasional, dan mendukung penggunaan energi yang lebih berkelanjutan.
Adapun inovasi kelima adalah IoTernak, yang dikembangkan oleh Muhammad Nugrahhadi Al Khawarizmi (H1D023055), Arga Aryanta Indrafata (H1D02096), Farhan Ibnu Fajar (H1A023020), Gita Nurmala (C0A024058), dan Lula Khaisha Delavia (H1H024064). IoTernak menghadirkan ekosistem smart farming untuk peternakan ayam melalui sistem pemantauan suhu, kelembapan, dan kadar amonia yang dilengkapi early warning system.
Sistem tersebut juga mengatur pemberian pakan secara otomatis berdasarkan waktu dan jumlah yang ditentukan. Selain itu, IoTernak dilengkapi AI chatbot “Prof. Jago” yang dapat membantu peternak melakukan konsultasi berdasarkan data aktual kondisi kandang. Inovasi ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi pakan, menekan angka kematian ayam melalui deteksi dini, serta mempermudah pengawasan dan pengendalian kondisi kandang. Salah satu inovator AQUA-VISH, Reza, mengatakan keberadaan stand Unsoed di KMI Expo 2026 menjadi kesempatan penting bagi mahasiswa untuk memperkenalkan inovasi kepada masyarakat dan calon mitra.
“Keikutsertaan kami dan tersedianya stand Unsoed di KMI Expo 2026 ini menjadi jembatan utama agar masyarakat luas dan calon mitra dapat mengenal inovasi yang dibawakan oleh para wirausaha mahasiswa Indonesia secara langsung. Kami ingin menunjukkan bahwa inovasi mahasiswa Indonesia bisa menjadi langkah awal dalam menumbuhkan lapangan pekerjaan di Indonesia,” ujarnya.
Dosen pembimbing tim AQUA-VISH dan JAQUA, Jefri Anjaini, S.Pi., M.P., mengapresiasi kreativitas mahasiswa yang mampu memadukan keilmuan dengan pengembangan ekonomi kreatif. Menurutnya, KMI Expo menjadi momentum untuk memperluas jangkauan produk dan inovasi mahasiswa.
“Kami sangat bangga dengan terobosan tim mahasiswa yang berhasil memadukan keilmuan di bidang masing-masing dan ekonomi kreatif. Melalui ajang KMI Expo 2026 ini, kami berharap produk riset dan wirausaha mahasiswa Unsoed tidak hanya berhenti di lingkungan kampus, tetapi mampu menembus pasar nasional dan pasar global serta menginspirasi komersialisasi produk berbasis keberlanjutan,” ujarnya.
Keikutsertaan Unsoed dalam KMI Expo 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem kewirausahaan mahasiswa. Melalui pameran dan interaksi langsung dengan masyarakat serta calon mitra, lima inovasi tersebut diharapkan dapat memperoleh peluang pengembangan lebih luas sekaligus menunjukkan bahwa kreativitas dan inovasi mahasiswa dapat menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan di masyarakat.
Kehadiran lima inovasi tersebut juga memperlihatkan keberagaman potensi kewirausahaan mahasiswa Unsoed, sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi dalam mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memiliki manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan. #unsoedberdampak




