[unsoed.ac.id, Jum, 24/4/2026] Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menerima audiensi kerja sama strategis dari Yayasan Al Irsyad Al Islamiyah Purwokerto pasca alih kelola STIE Satria. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (24/4/2026) di Gedung Rektorat Lantai 3 Unsoed, dengan dihadiri oleh Rektor Unsoed, Ketua Umum Yayasan Al Irsyad Al Islamiyah, jajaran pengurus yayasan, Ketua STIE Satria beserta jajaran, Ketua LPMPP Unsoed, serta para undangan.
Audiensi ini bertujuan untuk membangun sinergi pasca alih kelola, khususnya dalam pembimbingan akreditasi serta penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Rektor Unsoed Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc., Agr., IPU., ASEAN Eng menegaskan komitmen institusi untuk mendukung pengembangan perguruan tinggi mitra melalui kolaborasi yang konstruktif dan berkelanjutan.
“Unsoed terbuka untuk bersinergi dalam penguatan kelembagaan, khususnya dalam peningkatan mutu akreditasi, pengembangan sumber daya manusia, serta implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman,” ujarnya.
Ketua Umum Yayasan Al Irsyad Al Islamiyah, Ali Umar Basalamah, menyampaikan harapannya agar STIE Satria dapat menjadi bagian dari pembinaan Unsoed dalam pengembangan institusi pendidikan. Ia menegaskan bahwa bidang pendidikan menjadi prioritas utama yayasan.
“Kami berharap dapat diterima sebagai ‘anak asuh’ Unsoed sehingga mendapatkan bimbingan dan pendampingan untuk terus berkiprah dalam dunia pendidikan, sesuai dengan komitmen kami yang menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua STIE Satria, Dr. Faizal Wihuda, menyampaikan bahwa Unsoed menjadi rujukan dalam pengembangan institusi yang dipimpinnya. Menurutnya, standar mutu dan tata kelola Unsoed dapat menjadi parameter dalam meningkatkan kualitas STIE Satria ke depan.
Dalam sesi diskusi, sejumlah poin strategis menjadi fokus pembahasan, antara lain penyusunan rencana strategis (renstra), penguatan sarana dan prasarana, serta peningkatan kualitas akreditasi institusi. Selain itu, pengembangan sumber daya manusia juga menjadi perhatian utama, termasuk peningkatan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan.
Ketua LPMPP Unsoed, Prof. Juni, menekankan pentingnya pengembangan kapasitas dosen serta pembaruan kurikulum yang adaptif. Ia menyampaikan bahwa kurikulum harus selalu diperbarui secara berkala dan dievaluasi untuk memastikan ketercapaian capaian pembelajaran lulusan (CPL) sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kerja sama yang strategis dan berkelanjutan antara Unsoed dan Yayasan Al Irsyad Al Islamiyah Purwokerto, khususnya dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan tinggi dan penguatan peran perguruan tinggi dalam pembangunan masyarakat.
#unsoedberdampak #sdgs4 #sdgs17

