Publish: 2 Oktober 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Jum, 02/10/26] Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat yang terdampak kekeringan melalui penyaluran bantuan air bersih ke 21 kecamatan dan 84 desa di Kabupaten Banyumas. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-63 Unsoed sekaligus wujud nyata semangat Unsoed Peduli terhadap persoalan kemanusiaan yang dihadapi masyarakat.
Pelepasan bantuan air bersih secara simbolis dilaksanakan pada Jumat (2/10/2026) di Halaman Rektorat Unsoed. Kegiatan dihadiri Plt. Rektor Unsoed Prof. Dr. Ali Rokhman, M.Si., para Wakil Rektor, para dekan dan wakil dekan, ketua lembaga, Kepala UPA, serta sivitas akademika Unsoed. Hadir pula Wakil Ketua PMI Banyumas dr. Tangguh Budi Prasetyo, S.H., M.Hum., CPM, Kabid Yansoskesmas PMI Banyumas Sarno Pribadi, A.Md., beserta jajaran.
Penyaluran bantuan air bersih ini dilaksanakan Unsoed bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyumas. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air bersih akibat musim kemarau.
Dalam sambutannya, Prof. Wiwiek Rabiatul Adawiyah, M.Sc., Ph.D., menekankan pentingnya kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan. Menurutnya, kondisi kekeringan tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut kebutuhan dasar masyarakat sehingga membutuhkan kepedulian dan kebersamaan dari berbagai pihak.
“Ketika ada masyarakat yang sedang mengalami kekeringan dan membutuhkan air bersih, sudah menjadi kewajiban kita untuk hadir dan membantu. Sebagai manusia, kita harus memiliki kepedulian terhadap sesama dan bersama-sama meringankan kesulitan yang sedang mereka hadapi,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua PMI Banyumas dr. Tangguh Budi Prasetyo, S.H., M.Hum., CPM, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Unsoed dan sinergi yang terjalin dalam penyaluran bantuan air bersih. Menurutnya, penanganan persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat membutuhkan kolaborasi dan semangat kemanusiaan.
“Persoalan air bersih pada musim kemarau membutuhkan kepedulian dan kerja sama dari banyak pihak. PMI Banyumas mengapresiasi langkah Unsoed untuk bersama-sama hadir membantu masyarakat. Semoga sinergi ini dapat terus memberikan manfaat dan memperkuat semangat kemanusiaan,” ungkapnya.
Sementara itu, Plt. Rektor Unsoed Prof. Dr. Ali Rokhman, M.Si., mengatakan bahwa penyaluran bantuan air bersih merupakan bentuk kepedulian Unsoed terhadap masyarakat Banyumas. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya memiliki peran dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan.
“Bantuan yang pada hari ini disiapkan untuk masyarakat di 21 kecamatan dan 84 desa merupakan bentuk nyata bahwa perguruan tinggi tidak hanya hadir melalui ilmu pengetahuan, tetapi juga hadir ketika masyarakat membutuhkan. Inilah semangat Unsoed Peduli yang ingin terus kita tumbuhkan,” jelasnya.
Prof. Ali menambahkan, kepedulian terhadap masyarakat perlu diikuti dengan langkah-langkah berkelanjutan untuk menjaga lingkungan dan ketersediaan sumber air. Karena itu, ketika musim hujan tiba, masyarakat bersama berbagai pihak perlu mulai memikirkan upaya menjaga kelestarian lingkungan, salah satunya melalui penanaman pohon.
“Pada saat musim hujan nanti, mari kita lanjutkan kepedulian ini dengan menanam pohon dan menjaga lingkungan. Apa yang kita lakukan hari ini adalah membantu kebutuhan masyarakat saat kemarau, sedangkan menjaga sumber air merupakan ikhtiar jangka panjang yang harus dilakukan bersama,” katanya.
Usai rangkaian sambutan, armada pengangkut air bersih diberangkatkan dari Halaman Rektorat Unsoed untuk langsung menuju wilayah sasaran. Bantuan selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat di sejumlah desa yang telah ditentukan di 21 kecamatan di Kabupaten Banyumas.
Melalui kegiatan tersebut, Unsoed berharap semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama terus tumbuh di tengah masyarakat. Semangat tersebut diharapkan tidak berhenti pada momentum Dies Natalis, tetapi menjadi bagian dari budaya bersama dalam menghadapi berbagai persoalan sosial dan lingkungan.
Penyaluran bantuan air bersih ini sekaligus menegaskan komitmen Unsoed Peduli untuk terus hadir bersama masyarakat. Momentum Dies Natalis ke-63 menjadi pengingat bahwa keberadaan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari kontribusinya dalam bidang akademik, tetapi juga dari kemampuannya memberikan manfaat dan menghadirkan solusi bagi masyarakat di sekitarnya.
Lebih dari sekadar bantuan air bersih, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan dan memperkuat semangat gotong royong serta kepedulian terhadap sesama di tengah masyarakat. Kehadiran Unsoed dalam situasi tersebut menjadi wujud bahwa perguruan tinggi tidak hanya hadir melalui ilmu pengetahuan, tetapi juga hadir bersama masyarakat ketika membutuhkan dukungan dan kepedulian. #unsoedberdampak




