Berita

Unsoed Tegaskan Peran Strategis Perguruan Tinggi dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional

[unsoed.ac.id, Jum, 3/7/26] Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung terwujudnya ketahanan dan kedaulatan pangan nasional melalui penguatan sumber daya manusia (human capital), pengembangan inovasi teknologi pertanian, serta kolaborasi lintas sektor.

Komitmen tersebut disampaikan Rektor Unsoed, Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr., IPU., ASEAN Eng., saat menjadi narasumber pada Seminar Nasional Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) LXIX Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) Tahun 2026 yang mengangkat tema “Membangun Kedaulatan Pangan Nasional melalui Tata Kelola, Inovasi Teknologi Pertanian, dan Human Capital dalam rangka Menghadapi Dinamika Geopolitik Global”, Kamis (2/7/2026)

Dalam paparannya, Prof. Akhmad Sodiq menekankan bahwa tantangan pangan yang dihadapi Indonesia tidak lagi semata-mata berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi telah berkembang menjadi isu strategis yang dipengaruhi oleh perubahan geopolitik global, perubahan iklim, disrupsi rantai pasok, serta kebutuhan akan transformasi sistem pertanian yang lebih modern, berkelanjutan, dan berdaya saing. Oleh karena itu, pembangunan sektor pangan harus dilakukan secara menyeluruh melalui penguatan tata kelola, percepatan inovasi teknologi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia pertanian.

Menurut Prof. Akhmad Sodiq, perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan pencetak sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan pembangunan nasional.

“Perguruan tinggi tidak lagi hanya berfungsi sebagai institusi pendidikan dan penelitian, tetapi juga harus menjadi katalisator perubahan yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi persoalan bangsa, termasuk dalam mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.” kata Prof Akhmad Sodiq.

Sebagai perguruan tinggi yang memiliki keunggulan pada bidang pertanian, peternakan, pangan, dan pembangunan pedesaan, Unsoed terus mengembangkan berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kualitas human capital sektor pertanian.

Upaya tersebut diwujudkan melalui penguatan pendidikan berbasis kompetensi, peningkatan kualitas riset, pengembangan inovasi teknologi pertanian, pembinaan petani muda, serta penguatan kapasitas kelembagaan pertanian. Melalui berbagai program tersebut, Unsoed berupaya mencetak generasi petani milenial dan agritech entrepreneur yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor pertanian nasional.

Selain berfokus pada pengembangan sumber daya manusia, Unsoed juga terus memperkuat ekosistem riset dan inovasi agar hasil penelitian dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Berbagai inovasi yang dihasilkan diarahkan untuk mendukung penerapan mekanisasi pertanian, digitalisasi sistem pertanian, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), Internet of Things (IoT), bioteknologi, serta teknologi pertanian presisi yang mampu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Melalui hilirisasi hasil riset dan kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, Unsoed berkomitmen mempercepat transformasi teknologi menuju sektor pertanian yang lebih modern dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Akhmad Sodiq juga menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan ketahanan pangan nasional tidak dapat dicapai oleh satu institusi saja, melainkan membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan.

“Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, industri, lembaga penelitian, petani, dan masyarakat merupakan kunci dalam membangun ekosistem pangan yang tangguh, adaptif, dan mampu menghadapi berbagai tantangan global,” ungkap Prof Akhmad Sodiq.

Menurut Ketua Perumus Seminar Nasional Ketahanan Pangan, Dr. Nur Choirul Afif yang juga Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed mengatakan keterlibatkan Unsoed dalam membangun kedaulatan pangan nyata dirasakah.

“Benih unggulan Unsoed, padi Inpago Protani telah digunakan di 15 Provinsi di Indonesia. Oleh karena itu, Unsoed memiliki peran strategis dalam mewujudkan kedaultan pangan Indonesia,’ ujarnya.

Sejalan dengan rekomendasi Seminar Nasional P4N LXIX Lemhannas RI, Unsoed mendukung penguatan tiga pilar utama pembangunan pangan nasional, yaitu penguatan tata kelola pangan, percepatan inovasi teknologi pertanian, dan pembangunan human capital sebagai fondasi utama menuju kemandirian pangan Indonesia. Ketiga pilar tersebut diyakini akan memperkuat daya saing sektor pertanian sekaligus meningkatkan ketahanan nasional dalam menghadapi dinamika geopolitik global.

Melalui semangat #UnsoedBerdampak, Unsoed akan terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang menghasilkan inovasi, membangun kolaborasi strategis, serta mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sektor pangan nasional. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Unsoed dalam mendukung terwujudnya Indonesia yang mandiri pangan, berdaya saing, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

 

 

 

 

 

 

 

 

#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak#sdgs4#sdgs17