Berita

Unsoed Terima Kunjungan Kerja Benchmarking dan Penandatanganan PKS Universitas Borneo Tarakan

[unsoed.ac.id, Sen, 11/5/26] Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menerima kunjungan kerja benchmarking sekaligus penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Universitas Borneo Tarakan pada Senin, 11 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penguatan kolaborasi antarperguruan tinggi dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi yang berkualitas, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor, para Wakil Rektor, Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LPMPP) serta segenap jajaran sivitas akademika Universitas Borneo Tarakan dan Universitas Jenderal Soedirman. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan produktif, dengan semangat berbagi pengalaman, penguatan jejaring kelembagaan, serta penjajakan kerja sama strategis di berbagai bidang.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Borneo Tarakan Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein,S M menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh Unsoed serta harapan agar kunjungan ini dapat menjadi ruang belajar bersama dalam penguatan tata kelola perguruan tinggi.

“Melalui kunjungan benchmarking ini, kami berharap dapat memperoleh pengalaman, praktik baik, serta inspirasi dari Universitas Jenderal Soedirman dalam pengembangan kelembagaan, peningkatan mutu akademik, dan penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami meyakini kolaborasi antarkampus akan memperkuat kontribusi perguruan tinggi bagi kemajuan bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Unsoed, Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc., Agr., IPU., ASEAN Eng., menegaskan bahwa Unsoed terus mengembangkan kekuatan institusi melalui pemanfaatan potensi lokal sebagai fondasi pengembangan pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Unsoed menempatkan pengembangan potensi kearifan lokal sebagai salah satu landasan penting dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Nilai-nilai lokal, kekayaan sumber daya wilayah, dan kebutuhan masyarakat menjadi pijakan kami dalam mengembangkan pendidikan, riset, serta inovasi yang relevan, kontekstual, dan berdampak,” ungkap Prof. Akhmad Sodiq.

Ia menambahkan bahwa kerja sama antarlembaga pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam memperluas jejaring, pertukaran pengetahuan, serta penguatan kapasitas institusi.

“Melalui pertemuan ini, kami berharap terbangun kolaborasi yang saling menguatkan. Benchmarking bukan sekadar berbagi praktik baik, tetapi juga menjadi ruang untuk merumuskan langkah-langkah bersama dalam menjawab tantangan perguruan tinggi di masa depan,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan diskusi yang dipimpin oleh Ketua LPMPP Unsoed, Prof. Ir. Juni Sumarmono, M.Sc. Ph.D. Dalam forum tersebut, kedua perguruan tinggi membahas berbagai aspek yang berkaitan dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi penguatan sistem penjaminan mutu, pengembangan pembelajaran, peningkatan kapasitas riset dan inovasi, serta penguatan program pengabdian kepada masyarakat.

Diskusi berlangsung interaktif dengan pertukaran gagasan dan pengalaman kelembagaan dari masing-masing perguruan tinggi. Melalui kegiatan benchmarking dan penandatanganan PKS ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin erat antara Universitas Borneo Tarakan dan Universitas Jenderal Soedirman dalam mewujudkan perguruan tinggi yang adaptif, kolaboratif, dan berdaya saing.

#unsoedberdampak #sdgs4 #sdgs9 #sdgs17