Publish: 19 Agustus 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Rab, 19/8/26] Tim Program Pemberdayaan Desa Binaan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melaksanakan pelatihan manajemen sumber daya manusia (SDM), hospitality, guiding, dan simulasi layanan wisata bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Minggu (9/8/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Optimalisasi Ekonomi Desa melalui Pengembangan Pangan Fungsional dan Paket Wisata Berbasis Potensi Lokal di Patuguran, Paguyangan, Jawa Tengah”.
Pelatihan diarahkan untuk meningkatkan kesiapan pengelola wisata dalam memberikan pelayanan yang ramah, aman, informatif, dan konsisten. Materi yang diberikan meliputi pembagian kerja, komunikasi dengan pengunjung, etika pelayanan, teknik guiding, interpretasi potensi alam dan eduwisata Jejamuran, keselamatan pengunjung, penanganan keluhan, hingga penguatan kerja tim.
Peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teoritis, tetapi juga mempraktikkan keterampilan pelayanan melalui simulasi perjalanan pengunjung sejak tiba hingga meninggalkan destinasi. Anggota Pokdarwis berlatih menyambut tamu, memberikan pengarahan, menjelaskan daya tarik wisata, mendampingi aktivitas, mengatur konsumsi, memfasilitasi pembelian produk lokal, hingga menangani pertanyaan dan keluhan pengunjung.
Ketua tim pelaksana, Prof. Nuniek Ina Ratnaningtyas, mengatakan kualitas destinasi wisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam dan kelengkapan fasilitas, tetapi juga pengalaman yang diperoleh pengunjung.
“Hospitality dan guiding merupakan wajah desa wisata. Melalui simulasi ini, anggota Pokdarwis belajar membangun komunikasi yang hangat, menyampaikan informasi secara menarik, menjaga keselamatan, serta bekerja sebagai satu tim agar setiap pengunjung memperoleh layanan yang berkesan,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan kapasitas SDM menjadi bagian penting dalam mengintegrasikan Tuk Sirah Kali Pemali, Waduk Penjalin, camping ground, dan eduwisata Jejamuran ke dalam paket wisata terpadu. Kesiapan pemandu dan petugas layanan juga diperlukan agar produk jamur segar maupun olahan dari Kelompok Tiram Agro Makmur dapat dikenalkan sebagai bagian dari pengalaman wisata dan oleh-oleh khas Desa Winduaji.
Kepala Desa Winduaji menilai pelatihan tersebut memberikan manfaat langsung bagi Pokdarwis dan masyarakat. “Pengurus kini semakin memahami cara menerima tamu, memandu perjalanan, menjelaskan potensi desa, mengantisipasi risiko, dan menangani keluhan dengan baik. Pelayanan yang lebih profesional diharapkan meningkatkan kepuasan pengunjung, memperkuat citra Desa Winduaji, memperpanjang lama kunjungan, serta membuka pasar bagi kuliner dan produk lokal,” katanya.
Hasil pelatihan selanjutnya ditindaklanjuti melalui penetapan petugas dan pemandu sesuai kompetensi, penyusunan jadwal layanan, serta penerapan standar operasional prosedur (SOP). Peningkatan kemampuan peserta juga dievaluasi melalui pre-test dan post-test, observasi praktik, rubrik keterampilan, kepatuhan terhadap SOP, ketepatan alur layanan, serta umpan balik pengunjung.
Melalui penguatan kapasitas tersebut, Pokdarwis diharapkan semakin mandiri dalam mengelola destinasi wisata sekaligus mampu mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat melalui pengembangan potensi wisata, kuliner, dan produk lokal Desa Winduaji. #unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak




