Publish: 23 September 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Rab, 23/9/26] Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggelar Sidang Terbuka Senat dalam rangka Dies Natalis ke-63 di Auditorium Graha Widyatama Prof. Rubijanto Misman, Rabu (23/9/2026). Mengusung tema “Unsoed Berdampak: Harmoni Inovasi untuk Desa Mandiri”, momentum Dies Natalis menjadi refleksi perjalanan Unsoed sekaligus peneguhan komitmen untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.
Sidang terbuka diawali dengan pembukaan oleh Ketua Senat Unsoed Prof. Dr. Dwi Nugroho Wibowo, M.S., dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, dan Hymne Unsoed. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pidato Plt Rektor Unsoed Prof. Dr. Ali Rokhman, M.Si., yang memaparkan capaian kinerja Unsoed sepanjang 2025 hingga 2026.
Dalam pidatonya, Plt Rektor menyampaikan bahwa perjalanan 63 tahun Unsoed bukan sekadar perjalanan waktu, melainkan perjalanan panjang dalam pengabdian, pembelajaran, inovasi, dan kolaborasi. Dari perguruan tinggi yang lahir untuk menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah Jawa Tengah bagian barat, Unsoed kini berkembang dengan jangkauan nasional dan internasional.
“Enam puluh tiga tahun bukan sekadar perjalanan waktu. Ia adalah perjalanan pengabdian, pembelajaran, inovasi, dan kolaborasi. Dari sebuah perguruan tinggi yang lahir untuk menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah Jawa Tengah bagian barat, Unsoed kini telah berkembang menjadi universitas dengan jangkauan nasional dan internasional,” ujar Prof. Ali Rokhman.
Dalam bidang pendidikan, Unsoed saat ini menyelenggarakan 115 program studi pada berbagai jenjang, mulai Diploma, Sarjana, Profesi, Magister, Doktor, hingga Spesialis. Pada tahun akademik 2026/2027, Unsoed menerima lebih dari 10 ribu mahasiswa baru dari 117.209 pendaftar, sehingga jumlah mahasiswa aktif mencapai hampir 40 ribu orang. Dari sisi mutu akademik, sebanyak 66 dari 115 program studi atau 57,4 persen telah berstatus akreditasi Unggul.
Komitmen terhadap pendidikan yang inklusif juga diwujudkan melalui berbagai skema beasiswa dan keringanan UKT. Pada 2026, sebanyak 5.424 mahasiswa menerima beasiswa KIP-K, 18 mahasiswa menerima beasiswa AdiK, dan 3.515 mahasiswa memperoleh keringanan UKT Level 1 dan 2. Secara keseluruhan, penerima beasiswa dan keringanan UKT mencapai 9.066 mahasiswa atau 24,37 persen dari total mahasiswa Unsoed.
Di bidang penelitian, sepanjang 2026 Unsoed menghasilkan 689 judul penelitian dengan total pendanaan Rp32,92 miliar. Produktivitas riset juga tercermin dari 175 artikel dosen yang terbit pada jurnal terindeks Scopus dan 12 artikel pada jurnal internasional top-tier. Sejumlah hasil inovasi turut dihilirkan, antara lain MOCAF dan pangan gluten-free, Beras Analog Singkong dan Jagung, olahan buah carica berbasis zero waste, serta produk berbasis durian lokal Banyumas.
Sementara itu, pengabdian kepada masyarakat pada 2026 mencapai 355 judul dengan total pendanaan Rp9,54 miliar. Program tersebut mencakup penguatan ekonomi desa, ketahanan pangan, kesehatan, sosial, hukum, hingga kesiapsiagaan bencana. Unsoed juga menerjunkan sekitar 5.000 mahasiswa melalui berbagai program KKN nasional dan internasional yang tersebar di sejumlah daerah di Indonesia serta Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Hong Kong.
Sejalan dengan tema Dies Natalis, Unsoed mengembangkan sejumlah program unggulan yang diarahkan untuk menjawab isu strategis nasional. Di antaranya inovasi Pupuk NK berbasis limbah peternakan, kerja sama dengan Batalion Teritorial Pembangunan Korem 071/Wijaya Kusuma dalam penguatan ketahanan pangan, serta KKN Kolaborasi Kecamatan Berdaya yang mengusung penguatan resiliensi desa menghadapi perubahan iklim, ketahanan pangan, dan transformasi digital.
“Unsoed Berdampak: Harmoni Inovasi untuk Desa Mandiri adalah refleksi sekaligus komitmen Unsoed untuk tidak hanya unggul dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi pembangunan bangsa,” tegas Prof. Ali Rokhman.
Ia menambahkan, memasuki usia ke-63, Unsoed menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Transformasi digital, perubahan iklim, ketahanan pangan, serta dinamika sosial-ekonomi menuntut sivitas akademika untuk terus adaptif, inovatif, dan responsif, sekaligus memperkuat jejaring nasional dan internasional.
“Sinergi yang harmonis di antara seluruh elemen universitas dan mitra pembangunan akan menjadi modal utama untuk melahirkan inovasi yang berdampak, sekaligus memperkuat posisi Unsoed sebagai pusat pengembangan sumber daya perdesaan dan kearifan lokal yang diakui dunia,” pungkasnya.
Rangkaian Sidang Terbuka Senat Dies Natalis ke-63 juga diisi dengan orasi ilmiah oleh Dr. dr. Raditya Bagas Wicaksono, dosen ahli Bioetika Unsoed dengan judul “Pengembangan Layanan Paliatif Komunitas untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien di Banyumas.”
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak




