Publish: 19 Agustus 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Rab, 19/8/26] Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) memperkuat kolaborasi riset dan inovasi di bidang energi terbarukan melalui kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Lumitech Co., Ltd. Korea. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS), sekaligus launching penerapan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di atas canal irigasi pertanian.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Rektorat Unsoed, Rabu (19/8/2026), merupakan bagian dari Launching and Kick Off Meeting Development and Demonstration of a Solar Photovoltaic Systems for Agriculture and Irrigation Canals Tailored to Overseas Markets, and Business Model Development.
Kegiatan tersebut dihadiri Rektor Unsoed Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc., Agr., IPU., ASEAN Eng., Para Wakil Rektor, Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN Prof. Dr. Ir. R. Nunung Nuryartono, M.Si., Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur (OR EM) BRIN Dr. Cuk Supriyadi Ali Nandar, S.T., M.Eng., CEO Lumitech Co., Ltd. Mr. Shin Inboum, serta jajaran pimpinan Unsoed, BRIN, Para Dekan, Ketua Lembaga, mitra industri, dan pemangku kepentingan terkait.
Dalam sambutannya, Rektor Unsoed Prof. Akhmad Sodiq menegaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga riset, dan dunia industri untuk menghasilkan inovasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Unsoed sangat menyambut baik kolaborasi ini. Perguruan tinggi tidak dapat berjalan sendiri dalam menghasilkan inovasi yang berdampak. Karena itu, sinergi antara Unsoed, BRIN, dan mitra industri menjadi sangat penting untuk mengembangkan teknologi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga dapat diimplementasikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Rektor. Menurutnya, penerapan PLTS di atas canal irigasi menjadi salah satu bentuk pemanfaatan ruang secara produktif sekaligus mendukung pengembangan energi bersih.
“Ini merupakan kolaborasi yang sangat strategis karena menggabungkan kepentingan riset, pengembangan teknologi, pemanfaatan sumber daya, dan kebutuhan masyarakat. Kami berharap kerja sama ini dapat terus dikembangkan sehingga menghasilkan inovasi yang dapat direplikasi di berbagai wilayah,” katanya. Sementara itu, Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN Prof. Dr. Ir. R. Nunung Nuryartono, M.Si. menyampaikan pentingnya memperkuat ekosistem riset dan inovasi melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi. Ia berharap kerja sama seperti yang dilakukan Unsoed, BRIN, dan Lumitech dapat menjadi model pengembangan inovasi yang lebih luas.
“Ke depan, kalau memungkinkan, kami berharap ada BRIN Corner di setiap perguruan tinggi. Dengan begitu, komunikasi dan kolaborasi antara BRIN dengan perguruan tinggi dapat semakin dekat, sehingga berbagai potensi riset dan inovasi dapat dikembangkan bersama,” ujarnya.
Kepala OR EM BRIN Dr. Cuk Supriyadi Ali Nandar, S.T., M.Eng. mengatakan, penerapan PLTS pada canal irigasi memiliki nilai strategis karena mengoptimalkan ruang yang sudah tersedia untuk mendukung pengembangan energi surya.
“Harapannya, teknologi ini dapat dikembangkan lebih detail, terutama dari sisi optimasi, sehingga nantinya dapat diimplementasikan di tempat-tempat lain. Sistem ini memiliki nilai strategis karena kita dapat memanfaatkan area di atas saluran irigasi untuk mengoptimalkan potensi energi surya tanpa harus mengambil lahan produktif,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengembangan teknologi tersebut diharapkan tidak berhenti pada tahap demonstrasi, tetapi dapat dikembangkan menjadi solusi yang sesuai dengan kebutuhan di berbagai wilayah.
“Yang kita bangun bukan hanya sebuah sistem, tetapi juga model yang nantinya dapat dikembangkan dan diterapkan di berbagai lokasi sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing,” pungkasnya.
Dari pihak Lumitech Co., Ltd., CEO Mr. Shin Inboum menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan teknologi PLTS di atas saluran irigasi. Menurutnya, pemanfaatan kanal irigasi sebagai lokasi pemasangan panel surya dapat menjadi salah satu alternatif pengembangan energi terbarukan tanpa harus membuka lahan baru.
“Pembangunan solar panel di atas canal irigasi merupakan salah satu solusi. Dengan sistem ini, kita tidak perlu memiliki kekhawatiran untuk menebang pohon atau mengambil lahan di daerah pegunungan untuk membangun pembangkit. Indonesia sangat potensial karena memiliki saluran irigasi yang sangat panjang,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi geografis dan ketersediaan jaringan irigasi di Indonesia menjadi peluang untuk mengembangkan sistem PLTS yang dapat mendukung kebutuhan energi sekaligus mempertahankan fungsi utama saluran irigasi.
Kerja sama tersebut kemudian ditandai dengan penandatanganan sejumlah dokumen, yakni PKS BRIN dengan HS Solar, MoU Unsoed dengan Lumitech Co., Ltd., serta PKS LPPM Unsoed dengan BRIN dan Lumitech Co., Ltd.
Prosesi penandatanganan dilanjutkan dengan simbolis launching penerapan Sistem PLTS di Atas Canal Irigasi Pertanian dan foto bersama para pihak. Kegiatan ini menjadi langkah awal pengembangan dan demonstrasi teknologi sistem fotovoltaik untuk sektor pertanian dan irigasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar luar negeri sekaligus pengembangan model bisnisnya.
Melalui kolaborasi tersebut, Unsoed, BRIN, dan Lumitech Co., Ltd. berkomitmen mendorong pengembangan teknologi energi terbarukan yang inovatif, efisien, dan berkelanjutan. Inovasi pemanfaatan canal irigasi sebagai lokasi PLTS diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam memperluas pemanfaatan energi surya sekaligus mendukung ketahanan energi dan pembangunan berkelanjutan.




