Publish: 15 September 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Rab, 16/9/26] Soedirman Robotic Team (SRT) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) meloloskan dua tim ke Final Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026. Kedua tim tersebut adalah BIANTARA-FW pada Divisi Fixed Wing, dan BIANTARA-LELA pada Divisi Long Endurance Low Altitude (LELA).
Final KRTI 2026 akan digelar secara luring pada 20–25 September 2026 di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, dengan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) sebagai tuan rumah.
Plt Rektor Unsoed Prof. Dr. Ali Rokhman, M.Si. berpesan agar seluruh anggota tim memberikan kemampuan terbaik, menjaga nama baik Unsoed, dan mengikuti kompetisi dengan penuh semangat.
Perjalanan SRT Unsoed menuju final nasional dimulai dengan mengikuti tiga divisi, yakni Racing Plane (RP), Fixed Wing (FW), dan LELA. Setelah melalui sejumlah tahapan seleksi, BIANTARA-FW dan BIANTARA-LELA berhasil melaju ke final.
Kompetisi diawali dengan penerimaan proposal pada 20 Mei–10 Juni 2026, dilanjutkan Evaluasi Tahap I pada 17–19 Juni. Seleksi Tahap II berupa penilaian kemajuan dilaksanakan secara daring pada 13–15 Agustus. Hasil seleksi yang diumumkan 20 Agustus memastikan kedua tim Unsoed lolos ke tahap final.
Ketua Tim BIANTARA-FW Akhdan Lutfi Najmudin mengatakan tim membawa wahana bernama Jayantara, UAV Fixed Wing berkonfigurasi high-wing monoplane dan V-tail.
“Wahana ini dilengkapi Flight Controller CUAV X7 untuk penerbangan autonomous, baterai 10.200 mAh, kamera Walksnail Moonlight untuk pemantauan real-time dan perekaman 4K, serta Sony A6000 24,3 MP untuk pemetaan. Jayantara juga memiliki sistem payload dropping untuk membawa dua payload masing-masing 500 gram,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Tim BIANTARA-LELA Ibnu Abbas mengatakan tim mengandalkan Pesoed Pathfinder, wahana high-wing yang pada Seleksi Wilayah mampu mencapai jangkauan hingga 60 kilometer dengan waktu tempuh 33 menit 5 detik.
“Wahana ini didukung baterai Li-Ion 17.000 mAh, telemetry radio, autonomous waypoint navigation, dan pemantauan video secara real-time,” ujarnya.
BIANTARA-FW akan menjalankan misi pemetaan koridor sekitar 4,5 kilometer, pemetaan area 200 × 200 meter pada dua zona dropping, loitering, serta dropping presisi. Adapun BIANTARA-LELA berfokus pada penerbangan jarak jauh dengan navigasi waypoint secara autonomous dan pemantauan video real-time.
Kedua wahana dikembangkan secara mandiri oleh mahasiswa SRT Unsoed. Riset aeromodelling telah dilakukan sejak 2024 dan diintensifkan untuk KRTI 2026 sejak awal tahun ini. Pengembangan mencakup manufaktur, pengujian penerbangan, evaluasi sistem, serta penyempurnaan SOP dan koordinasi antardivisi.
Menjelang final, kedua tim memaksimalkan kesiapan wahana, pengujian penerbangan, perangkat pendukung, administrasi, dan logistik. Delegasi terdiri atas 31 mahasiswa, yakni BIANTARA-FW dengan 15 mahasiswa teknis dan dua team manager, serta BIANTARA-LELA dengan sembilan mahasiswa teknis dan satu team manager, didukung unsur manajemen dan media SRT. Pada final KRTI 2026, kedua tim menargetkan masuk tiga besar pada divisi masing-masing.
Rangkaian final dimulai dengan registrasi pada 20 September, pembukaan pada 21 September, technical meeting dan flight test pada 22 September, perlombaan pada 23–24 September, dan pengumuman pemenang pada 25 September 2026.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak




