Publish: 17 September 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Kam, 17/9/26] Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) memperkuat jejaring kerja sama dengan berbagai pihak melalui Temu Mitra 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Besar Lantai 2 Faperta Unsoed, Rabu (16/9/2026), dihadiri 16 mitra dari dunia usaha, dunia industri, pemerintah, dan lembaga terkait untuk membahas pengembangan kerja sama di bidang pertanian.
Mengusung tema “Sinergi dan Kolaborasi Inovatif Faperta dan Mitra Menuju Pertanian Berkelanjutan dan Kemandirian Pangan”, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat kemitraan sekaligus mengidentifikasi peluang kolaborasi baru yang dapat memberikan manfaat bagi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga hilirisasi inovasi pertanian.
Dekan Faperta Unsoed, Prof. Dr. Ir. Sakhidin, M.P., menyampaikan bahwa jejaring kemitraan fakultas terus berkembang. Sejak 2020, Faperta Unsoed telah membangun kerja sama dengan 451 mitra yang berasal dari berbagai sektor. Dari jumlah tersebut, 403 mitra berasal dari dunia usaha dan dunia industri (DUDI), 23 lembaga pemerintahan/pemerintah daerah, enam lembaga pendidikan dalam dan luar negeri, 12 organisasi dalam negeri/swasta, serta tujuh BUMN/BUMD.
“Kerja sama yang telah terbangun ini merupakan modal penting bagi Faperta untuk terus mengembangkan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja,” ujar Sakhidin dalam sambutannya.
Ketua Temu Mitra Faperta Unsoed, Karseno, S.P., M.P., Ph.D., mengatakan bahwa penguatan kemitraan perlu diarahkan pada kerja sama yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi mampu menghasilkan program yang konkret dan berkelanjutan. “Faperta harus terus memperluas jangkauan kerja sama sekaligus meningkatkan kualitasnya,” tegas Karseno.
Menurutnya, keberadaan mitra dari berbagai sektor memberikan peluang bagi Faperta untuk mempertemukan sumber daya dan kompetensi yang dimiliki perguruan tinggi dengan kebutuhan di lapangan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan program yang berdampak bagi sivitas akademika, mitra, dan masyarakat.
Temu Mitra 2026 kemudian diisi dengan paparan dan diskusi bersama sejumlah mitra. Sesi pertama dimoderatori Dr. Mustaufik dengan menghadirkan Agustinus Budi S., S.P., M.P., Vice President Research PT Sang Hyang Seri; Arfie Thahar, S.TP., M.M., Kepala Divisi Penyaluran Dana Program Pangan dan Hilirisasi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP); serta Ahmad Mukholil, Head of SME Empowerment, yang menyampaikan materi dari Maria Wuri Handayani, S.Si., MBA, Marketing Manager PT Sriboga Flour Mills.
Diskusi selanjutnya melibatkan perwakilan CV Bunga Palm, CV Kubajatani, dan Balai Benih Pertanian Wilayah Banyumas. Sesi berikutnya menghadirkan PT Indonesia Power UBP Mrica, PT Mitra Desa Kebumen, PT Mitra Desa Pamarican, serta Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Yogyakarta.
Forum juga mempertemukan Faperta dengan PT Karya Stasiun Grup, CV AA Kadu Nyentang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, BPSDMP Kementerian Pertanian melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan Yoma), Koperasi Produsen Rumpun Prima Agrodaya, serta PT Mitra Desa Pamarican.
Berbagai pembahasan dalam forum tersebut membuka peluang pengembangan kerja sama pada sejumlah bidang, mulai dari pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), magang, pemberdayaan masyarakat, hingga hilirisasi hasil riset dan inovasi.
Penguatan kemitraan juga ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Faperta Unsoed dan mitra. Sejumlah kolaborasi yang telah berjalan sebelumnya mencakup program pendidikan nasional dan internasional, seperti pertukaran mahasiswa dengan Ibaraki University Jepang, program magang MBKM, serta program doktor bagi mahasiswa mancanegara.
Di bidang pengabdian kepada masyarakat, salah satu implementasi kerja sama dilakukan Program Studi S-1 Agribisnis bersama PT PLN Indonesia Power UBP Mrica melalui pemberdayaan masyarakat di Banjarnegara. Kolaborasi tersebut mencakup kegiatan pembibitan, pengolahan pakan, dan pengembangan peternakan kambing.
Sementara itu, pada bidang penelitian dan pengabdian wilayah, Faperta Unsoed mengembangkan sejumlah riset kolaboratif bersama industri dan lembaga pemerintah. Beberapa di antaranya berupa pemanfaatan Internet of Things (IoT) untuk budidaya bawang merah, pengembangan varietas unggul melalui program PALAPA dan PARIKESIT, serta penerapan teknologi pompa air berbasis energi surya di Banyumas.
Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya Faperta Unsoed untuk menghubungkan hasil pendidikan dan riset dengan kebutuhan nyata di masyarakat. Melalui penguatan jejaring kemitraan, Faperta Unsoed terus mendorong kolaborasi yang dapat mendukung pertanian berkelanjutan, kemandirian pangan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Temu Mitra Faperta Unsoed 2026 diharapkan menjadi pijakan untuk memperluas kerja sama sekaligus mengembangkan program kolaboratif yang lebih terarah, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi perguruan tinggi, mitra, serta masyarakat.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak




