Publish: 26 Oktober 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Sab, 24/10/26] Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali melahirkan dokter baru melalui Pengambilan Sumpah Profesi Dokter ke-74. Sebanyak 35 dokter baru mengikuti prosesi yang berlangsung di Aula FK Unsoed, Sabtu (24/10/2026).
Pengambilan sumpah dipimpin oleh Dekan FK Unsoed, Dr. dr. MM Rudi Prihatno, M.Kes., M.Si.Med., Sp.An-KNA. Pada kesempatan tersebut, Ketua Jurusan FK Unsoed menyerahkan para dokter baru kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Banyumas sebagai bagian dari pengenalan mereka ke dalam lingkungan profesi kedokteran.
Plt Rektor Unsoed, Prof. Dr. Ali Rokhman, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa sumpah dokter bukan sekadar rangkaian kata dalam sebuah prosesi, melainkan janji moral dan komitmen profesional untuk mengabdikan ilmu bagi kemanusiaan.
“Ia adalah janji moral. Ia adalah komitmen profesional. Ia adalah pengingat bahwa sejak hari ini, ilmu yang Anda miliki harus diabdikan untuk kepentingan kemanusiaan,” kata Prof. Ali Rokhman.
Ia mengingatkan bahwa pasien bukan hanya diagnosis atau nomor rekam medis, melainkan manusia yang memiliki martabat, keluarga, harapan, dan hak untuk memperoleh pelayanan terbaik. Karena itu, dokter dituntut mengedepankan empati, integritas, serta tanggung jawab dalam setiap tindakan medis.
Menurutnya, perkembangan kecerdasan buatan, teknologi diagnostik, pengobatan presisi, dan telemedicine menuntut dokter untuk terus beradaptasi. Namun, kemajuan teknologi harus tetap diimbangi dengan pertimbangan etis dan pendekatan yang manusiawi.
“Teknologi dapat membantu menganalisis data, tetapi dokter harus mampu memahami manusia di balik data tersebut. Algoritma dapat memberikan rekomendasi, tetapi keputusan klinis tetap menuntut tanggung jawab profesional, pertimbangan etis, dan kebijaksanaan,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar para dokter tidak berhenti belajar karena gelar dokter merupakan awal perjalanan pengabdian, bukan akhir pendidikan.
Mewakili IDI Cabang Banyumas, dr. M. Zaenuri, S.H., M.Si.Med., Sp.KF., menekankan pentingnya menjaga sumpah dan kode etik kedokteran dalam menjalankan profesi. Ia juga mengingatkan para dokter untuk menghormati seluruh tenaga kesehatan sebagai satu tim yang memiliki peran penting dalam pelayanan pasien.
Selain profesionalisme, ia menyoroti pentingnya komunikasi yang santun dengan pasien, pendampingan selama program internsip, serta keseimbangan antara pekerjaan dan kesehatan diri. Para dokter baru diharapkan dapat mengabdi di berbagai wilayah Indonesia dengan tetap menjaga keselamatan dan kesejahteraan pribadi.
Sementara itu, mewakili dokter baru, dr. Suci Ahlal Baity menyampaikan rasa syukur atas pencapaian yang diraih setelah melalui berbagai ujian dan jadwal jaga selama pendidikan.
Ia berharap para dokter baru senantiasa menjaga amanah profesi dan memberikan manfaat bagi masyarakat. “Semoga kita tidak pernah berhenti belajar, tidak pernah berhenti peduli, dan tidak pernah lupa bahwa profesi ini adalah amanah untuk mengabdi,” ungkapnya.
Prosesi pengambilan sumpah ini menjadi awal perjalanan 35 dokter baru FK Unsoed untuk menjalankan tanggung jawab profesional dengan menjunjung tinggi etika, kompetensi, dan nilai-nilai kemanusiaan.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak




