Publish: 17 September 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Kam, 17/9/26] Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menjadi tuan rumah 21st Joint Conference on Chemistry (JCC) 2026, Kamis (17/9/2026). Konferensi yang berlangsung di Auditorium Gedung C Lantai 3 FMIPA Unsoed tersebut diikuti hampir 300 peserta dengan hampir 100 judul artikel yang dipresentasikan.
JCC 2026 mengangkat tema “Integrating Chemical Science, Local Knowledge, and Natural Resources for Sustainable Innovation”. Tema ini menyoroti pentingnya mengintegrasikan ilmu kimia, pengetahuan lokal, dan pemanfaatan sumber daya alam dalam menghasilkan inovasi yang berkelanjutan. Ketua Panitia JCC 2026 Roy Andreas, S.Si., M.Si., Ph.D., mengatakan konferensi tersebut menjadi ruang bagi para pakar, peneliti, praktisi, dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi untuk bertukar gagasan sekaligus membangun kolaborasi penelitian.
“Konferensi ini bertujuan mendorong lahirnya solusi yang inovatif dan berkelanjutan melalui pendekatan holistik dengan mengintegrasikan berbagai perspektif, meliputi Kimia Material dan Nanoteknologi; Kimia Fisika, Katalitik, serta Kimia Teoretis/Komputasi; Kimia Organik, Produk Alam dan Pangan; Biokimia; Kimia Medisinal dan Bioteknologi; serta Kimia Analitik, Lingkungan, dan Pendidikan Kimia,” kata Roy.
Menurutnya, integrasi ilmu kimia dengan kearifan lokal menjadi salah satu kekuatan yang dapat dikembangkan untuk menghasilkan inovasi yang relevan, mulai dari tingkat lokal hingga global. Salah satu potensi yang dapat dikaji adalah kawasan Gunung Slamet yang memiliki sumber daya alam untuk pengembangan obat herbal, energi geotermal, hingga pangan lokal.
Roy berharap gagasan dan hasil penelitian yang dibahas dalam JCC 2026 dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat jejaring dan kolaborasi penelitian antarperguruan tinggi.
“Pada tahun ini, peserta dari berbagai perguruan tinggi turut berkontribusi dalam penyelenggaraan konferensi ini. Sedikitnya 15 hingga 20 perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia terlibat dalam konferensi tersebut. Selain itu, peserta dari luar negeri berasal dari Jepang, China, Thailand, dan Malaysia,” ujarnya.
JCC 2026 dibuka oleh Plt Rektor Unsoed Prof. Dr. Ali Rokhman, M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa penyelenggaraan JCC di Unsoed tidak hanya menjadi momentum untuk memperkuat jejaring akademik di antara anggota Konsorsium JCC, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, termasuk dengan mitra internasional.
“Unsoed memiliki cita-cita untuk diakui dunia sebagai pusat pengembangan sumber daya perdesaan dan kearifan lokal. Bukan sekadar sebagai institusi yang mempelajari sumber daya alam, tetapi juga sebagai institusi yang berperan dalam mentransformasikan sumber daya tersebut menjadi sumber pengetahuan, inovasi, dan kesejahteraan yang berkelanjutan,” kata Ali.
Ia menambahkan, ilmu kimia memiliki peran penting dalam proses tersebut. Melalui ilmu kimia, sumber daya alam dan pengetahuan lokal dapat dipahami, diolah, dikembangkan, serta ditransformasikan menjadi material, produk, teknologi, dan proses yang memiliki nilai tambah.
“Kita berharap JCC 2026 dapat turut memperkuat posisi Unsoed, bukan hanya sebagai pengamat pembangunan perdesaan yang berkelanjutan, tetapi juga sebagai kontributor aktif dan perancang solusi-solusi inovatif yang berakar pada potensi lokal dan didukung oleh ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Konferensi menghadirkan lima plenary speakers, yakni Prof. Shu Yin, Ph.D. dari Tohoku University, Jepang; Dr. Zhou Kuanbo dari Xiamen University, China; Assoc. Prof. Saluma Samanman, Ph.D. dari Princess of Naradhiwas University, Thailand; Prof. Amin Fatoni, S.Si., M.Si., Ph.D. dari Unsoed; serta Assoc. Prof. Dr. Aemi Ayazwani Abdul Keyon dari Universiti Teknologi Malaysia.
Selain menjadi forum pertukaran pengetahuan, JCC 2026 diharapkan menghasilkan gagasan, dokumentasi, dan luaran penelitian yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui kolaborasi antarpeneliti dan perguruan tinggi.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak




