Publish: 7 September 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Sen, 7/9/26] Dua mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Fapet Unsoed), Wahyu Wulan Utami dan Agiztha Puspa Kirana, berhasil meraih Juara 3 Lomba Esai Nasional sekaligus penghargaan Best Innovation dalam ajang BRAINFEST (Business, Research, and Innovation Festival) 2026.
Wahyu dan Agiztha merupakan mahasiswa Program Studi S1 Peternakan angkatan 2023. Kompetisi yang diselenggarakan oleh HIMADIKTAR Universitas Tidar (UNTIDAR), Magelang, tersebut berlangsung pada 4–5 September 2026 dan diikuti peserta dari berbagai perguruan tinggi.
BRAINFEST 2026 mengusung tema “Nawa Karsa: Membangun Generasi yang Berwawasan, Inovatif, dan Kolaboratif sebagai Penggerak Perubahan”. Kompetisi terdiri atas tiga cabang, yakni Lomba Esai, Business Plan Competition, dan Lomba Poster.
Dalam kompetisi tersebut, Wahyu dan Agiztha mengusung gagasan berjudul “ECOBOOST: Permen Feed Additive Alami Berbasis Cangkang Telur, Daun Pepaya, dan Saccharomyces cerevisiae untuk Meningkatkan Produktivitas Ternak menuju Ketahanan Pangan Berkelanjutan.”
ECOBOOST menawarkan konsep feed additive berbentuk permen dengan memanfaatkan bahan-bahan alami berupa cangkang telur, daun pepaya, dan Saccharomyces cerevisiae. Gagasan tersebut sekaligus mengangkat pemanfaatan sumber daya secara lebih optimal sebagai bagian dari upaya mendukung peternakan berkelanjutan.
Penghargaan Best Innovation menjadi capaian tambahan bagi keduanya setelah berhasil menempati posisi ketiga dalam kompetisi esai tingkat nasional. Penghargaan tersebut diberikan atas aspek inovasi yang ditawarkan melalui gagasan ECOBOOST.
Wahyu mengatakan, pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses pengembangan gagasan yang dilakukan secara bertahap, mulai dari identifikasi permasalahan hingga persiapan presentasi.
“Persiapan dimulai dengan mengidentifikasi permasalahan yang relevan dengan bidang peternakan, menentukan inovasi yang dapat ditawarkan, hingga melakukan penelusuran dan pengumpulan berbagai referensi pendukung,” kata Wahyu.
Setelah gagasan dirumuskan, keduanya menyusun esai dan materi presentasi. Sejumlah revisi dan latihan dilakukan agar gagasan ECOBOOST dapat disampaikan secara sistematis dan mudah dipahami.
Tahap final berlangsung pada 4 September melalui presentasi para finalis. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan field trip dan acara puncak awarding pada 5 September.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fapet Unsoed, Dr. Ir. Agus Susanto, M.Sc., Agr., IPU., ASEAN Eng., mengapresiasi prestasi tersebut. Menurutnya, capaian mahasiswa dalam kompetisi nasional menunjukkan kemampuan mahasiswa mengembangkan gagasan inovatif sekaligus merespons persoalan nyata di bidang peternakan.
“Kami mengapresiasi prestasi yang diraih Wahyu dan Agiztha. Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa Fapet Unsoed memiliki kemampuan untuk mengembangkan gagasan inovatif sekaligus mengomunikasikannya dalam kompetisi tingkat nasional. Yang tidak kalah penting, proses yang mereka lalui mencerminkan keberanian mahasiswa untuk mengidentifikasi persoalan, mencari solusi, dan mengembangkan ide berbasis pengetahuan,” ujar Wakil Dekan.
Ia menambahkan, penghargaan Best Innovation diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan gagasan agar memiliki potensi penerapan dan manfaat yang lebih luas bagi dunia peternakan.
Prestasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya akademik yang mendorong mahasiswa tidak hanya menguasai pengetahuan peternakan, tetapi juga berani menciptakan gagasan, menawarkan solusi, berkolaborasi, dan membawa inovasi peternakan ke tingkat yang lebih luas. #unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak




