Publish: 19 Oktober 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Sen, 19/10/26] Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang (PBJ), Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Zahra Ardya Miarti, meraih Juara I Lomba Presentasi Bahasa Jepang Tingkat Daerah Jawa Tengah ke-5 Tahun 2026. Kompetisi yang diselenggarakan oleh The Japan Foundation pada Sabtu (17/10/2026) tersebut mengantarkan Zahra untuk mewakili Jawa Tengah pada kompetisi tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Kompetisi yang dilaksanakan secara daring ini mengangkat tema “Apa yang Dimaksud dengan Kebahagiaan” (幸せとは)”. Zahra membawakan presentasi berjudul 「「白い紙、そのとなりに幸せ」(Shiroi Kami, Sono Tonari ni Shiawase), yang berarti “Kebahagiaan di Balik Secarik Kertas Putih”. Ia berhasil menempati peringkat pertama setelah bersaing dengan 14 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah.
Prestasi tersebut melanjutkan keberhasilan Zahra yang sebelumnya meraih Juara I dalam lomba presentasi bahasa Jepang di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Mei 2026. Capaian ini menunjukkan konsistensinya dalam mengembangkan kemampuan berbahasa Jepang, khususnya dalam menyusun gagasan dan menyampaikannya melalui presentasi lisan.
Zahra mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut menjadi motivasi untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan. Baginya, proses persiapan dan latihan merupakan bagian penting dalam mengikuti kompetisi.
“Saya sangat senang bisa kembali meraih Juara I secara berturut-turut. Namun, saya tidak pernah secara khusus menargetkan untuk menjadi juara dalam setiap lomba. Saya berusaha menampilkan versi terbaik dari diri saya melalui persiapan dan latihan sesuai dengan arahan Bayu sensei dan Firda sensei. Bagi saya, proses tersebut menjadi motivasi utama untuk terus mengikuti lomba presentasi maupun pidato bahasa Jepang,” ungkap Zahra.
Dalam persiapannya, Zahra mendapat pendampingan dari dosen PBJ Unsoed, Dian Bayu Firmansyah, S.Pd., M.Pd., dan Firda Zahratul Fuadah, S.Pd., M.Pd. Pembinaan dilakukan melalui pengembangan naskah, penyesuaian materi dengan tema kompetisi, serta latihan penyampaian presentasi.
Firda Zahratul Fuadah menjelaskan bahwa kemampuan Zahra dalam mengembangkan naskah menjadi salah satu faktor yang mendukung keberhasilannya.
“Zahra memiliki kepekaan yang baik dalam menyusun naskah presentasi yang memiliki keterkaitan kuat dengan tema lomba. Kemampuan tersebut memudahkan proses pembinaan dan latihan karena gagasan yang dikembangkan sudah memiliki arah yang jelas serta relevan dengan tema yang ditentukan,” jelas Firda.
Sementara itu, Dian Bayu Firmansyah menilai bahwa keunggulan Zahra tidak hanya terletak pada kemampuan berbahasa Jepang, tetapi juga pada karakter dan orisinalitas gagasan dalam naskah presentasinya. Menurutnya, ketekunan dan keberanian untuk terus mencoba menjadi bagian penting dalam proses meraih prestasi.
“Zahra san memiliki karakter yang kuat dalam setiap naskah yang disusun. Hal tersebut menjadi salah satu ciri yang membedakan presentasinya. Selain itu, berbagai kegagalan yang pernah dialami tidak menyurutkan motivasinya untuk mengikuti kompetisi berikutnya dengan tantangan yang lebih besar. Sikap pantang menyerah dan kesediaan untuk terus belajar merupakan modal penting bagi mahasiswa dalam mengembangkan potensi dan mencapai prestasi,” ungkap Bayu.
Prestasi ini menjadi salah satu wujud pengembangan kompetensi mahasiswa PBJ FIB Unsoed melalui pembelajaran bahasa Jepang yang aplikatif. Pengalaman berkompetisi turut mengasah kemampuan mahasiswa dalam menyusun argumentasi, mengomunikasikan gagasan secara sistematis, serta menyampaikan perspektif personal.
Selanjutnya, Zahra akan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi tingkat nasional pada November mendatang. Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan mengharumkan nama Unsoed di tingkat nasional.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak




