Publish: 19 Oktober 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Sen, 19/10/26] Paduan Suara Mahasiswa Gita Buana Soedirman (PSM GBS) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) berhasil meraih dua medali emas (gold medal) dalam ajang internasional Bandung Choral Festival 2026 yang berlangsung pada 13–14 Oktober 2026 di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung. Prestasi tersebut diraih pada kategori Folk Song dan Mixed Choir.
Sebanyak 36 mahasiswa dari berbagai fakultas dan angkatan tergabung dalam tim penyanyi yang mewakili PSM GBS pada kompetisi tersebut. Tim ini didampingi oleh pembina PSM GBS, Dra. Sotyania Wardhianna, M.Kes., pelatih Prajna Purnama, serta Ketua Pelaksana Yurinda Kimiko Noelani dari Fakultas Biologi.
Keberhasilan ini menjadi momentum penting bagi PSM GBS untuk kembali berkompetisi di tingkat internasional setelah sekitar satu tahun vakum dari perlombaan serupa. Berbekal sumber daya anggota yang dimiliki, pengurus dan tim penyanyi mempersiapkan diri secara intensif untuk memberikan hasil terbaik sekaligus membawa nama Unsoed di kancah internasional.
Persiapan kompetisi telah dilakukan selama kurang lebih tujuh bulan, dimulai sejak April 2026. Latihan intensif kemudian dilaksanakan sejak Agustus untuk mematangkan kemampuan vokal, kekompakan, dan penampilan tim. Di tengah persiapan tersebut, para anggota juga harus membagi waktu antara latihan, kegiatan akademik, dan aktivitas nonakademik lainnya.
Selain menjalani latihan rutin, tim juga melakukan berbagai upaya penggalangan dana untuk memenuhi kebutuhan kompetisi. Upaya tersebut dilakukan secara mandiri melalui beragam kegiatan, mulai dari berjualan di lingkungan fakultas, mengamen, berjualan di gereja dan Car Free Day (CFD), hingga mengumpulkan botol plastik untuk dijual kembali. Tim juga memenuhi kewajiban kepada pihak sponsor yang turut mendukung keberangkatan mereka.
“Usaha dana yang dijalani mulai dari berjualan di fakultas, ngamen, berjualan di gereja, berjualan di CFD, sampai mengumpulkan botol plastik untuk dijual kembali, selain itu kami juga memenuhi tuntutan dari sponsorship yang juga mendukung kegiatan lomba kami,” sebut Kimi selaku Ketua Pelaksana.
Dalam proses persiapan hingga pelaksanaan kompetisi, tantangan utama yang dihadapi tim adalah menyelaraskan jadwal latihan dengan kesibukan masing-masing anggota. Padatnya kegiatan akademik dan nonakademik kerap membuat jadwal latihan berbenturan. Penggalangan dana juga menjadi tantangan tersendiri dalam memenuhi kebutuhan keberangkatan dan partisipasi pada kompetisi tersebut.
Dukungan dari dosen dan fakultas turut membantu kelancaran keikutsertaan tim, terutama melalui kemudahan perizinan bagi mahasiswa untuk mengikuti perlombaan di tengah pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS). Sementara itu, dukungan dari tingkat universitas dalam penyelenggaraan keberangkatan tersebut, menurut keterangan tim, masih terbatas pada bantuan transportasi, tanpa dukungan pendanaan untuk kebutuhan kompetisi.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, dua medali emas yang berhasil diraih menjadi hasil membanggakan atas kerja keras dan konsistensi seluruh anggota selama masa persiapan. Prestasi ini sekaligus menandai kembalinya PSM GBS ke panggung kompetisi internasional dengan capaian yang membanggakan.
Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa Unsoed untuk terus mengembangkan potensi, berani mencoba kesempatan baru, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan. Dengan keyakinan, kerja keras, dan komitmen terhadap proses, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan prestasi yang membawa nama baik universitas di tingkat nasional maupun internasional.
#unsoedberdampak




