Publish: 15 September 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Sel, 15/9/26] Tim peneliti Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) memaparkan perkembangan riset tentang pemanfaatan minyak jelantah sebagai sumber bioenergi dalam agenda progress review Research Grant Bank Indonesia (RGBI) 2026 yang digelar secara daring, Jumat (11/9/2026).
Riset berjudul “Model Bisnis Bioenergi Minyak Jelantah Berbasis Komunitas untuk Sistem Energi Sirkular” tersebut merupakan salah satu penelitian yang memperoleh pendanaan melalui program RGBI 2026. Penelitian ini diarahkan untuk mengembangkan model bisnis pengelolaan minyak jelantah yang melibatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam membangun sistem energi sirkular.
Dalam agenda progress review, tim memaparkan capaian penelitian sekaligus temuan sementara yang diperoleh sejak riset dimulai pada Juli 2026. Paparan tersebut diikuti oleh perwakilan Bank Indonesia selaku penyelenggara dan pemberi hibah serta peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai reviewer independen.
Penelitian diketuai Dr. Furqon dengan anggota Budiyoko dan Malinda Aptika Rachmah dari Fakultas Pertanian Unsoed, Prof. Suharno dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed, serta M. Anwari Leksono dari Bappenas.
Ketua tim peneliti, Dr. Furqon, menjelaskan bahwa penelitian sejauh ini telah menghasilkan pemetaan awal mengenai potensi minyak goreng bekas yang berasal dari rumah tangga dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Banyumas.
“Pemetaan awal yang dilakukan sejak Juli lalu menunjukkan bahwa potensi limbah minyak goreng dari skala rumah tangga dan UMKM di Kabupaten Banyumas sangat melimpah, namun masih memerlukan tata kelola kelembagaan komunitas yang kuat agar pasokannya tetap konsisten,” jelasnya.
Menurutnya, model bisnis yang dikembangkan menempatkan masyarakat sebagai aktor kunci dalam rantai nilai, mulai dari pengumpulan minyak jelantah hingga pengolahannya menjadi bioenergi. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menjawab persoalan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Model bisnis sirkular yang ditawarkan tidak hanya menitikberatkan pada aspek pengurangan limbah lingkungan, tetapi juga dirancang untuk memberikan insentif dan dampak ekonomi balik yang nyata bagi masyarakat dan aktor yang terlibat,” lanjut Dr. Furqon.
Dalam sesi evaluasi, Bank Indonesia menyambut baik perkembangan penelitian dan mengapresiasi capaian lapangan yang telah diperoleh tim dalam tiga bulan terakhir. Sementara itu, reviewer BRIN memberikan sejumlah masukan terkait temuan sementara serta penyusunan rekomendasi kebijakan.
Masukan tersebut terutama diarahkan agar model bisnis yang dihasilkan memiliki indikator implementasi yang terukur dan memungkinkan untuk diterapkan atau direplikasi di daerah lain dengan karakteristik serupa.
Menindaklanjuti hasil review, tim peneliti Unsoed bersama Bappenas akan melanjutkan penyempurnaan analisis data dan strategi pelaksanaan penelitian. Hasil akhir riset diharapkan tidak hanya memperkuat kontribusi akademik, tetapi juga menghasilkan model pengelolaan minyak jelantah yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan ekonomi sirkular dan kemandirian energi nasional.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak




