Publish: 1 Juli 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, 1/7/26] – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menyelenggarakan Serayu Economic Forum di Gedung Laboratorium FEB Unsoed, Rabu (1/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian The 2nd International Conference on Sustainable Economics, Management, and Accounting (ICSEMA) 2026, yang menghadirkan akademisi, peneliti, serta praktisi dari dalam dan luar negeri untuk membahas isu-isu ekonomi berkelanjutan.
Serayu Economic Forum menghadirkan tiga narasumber dengan perspektif yang beragam. Narasumber pertama adalah dosen FEB Unsoed, Dr. Ratno Purnomo, S.E., M.Si., yang memaparkan paper berjudul The Micro-Foundation of Local Sustainability. Narasumber kedua, Sondang Marsinta Uli Panggabean, Senior Analyst Bank Indonesia, menyampaikan paper bertajuk Fostering Inclusive and Sustainable Growth: Perspectives from Bank Indonesia. Sementara itu, narasumber ketiga berasal dari Gelisim University, Turki, Prof. Bulent Esiyok, yang turut memberikan perspektif internasional mengenai pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Ketua penyelenggara, Kiky Srirejeki, S.E., M.Sc., Ph.D., CPMA., menjelaskan bahwa Serayu Economic Forum merupakan rangkaian awal dari sejumlah agenda internasional yang diselenggarakan melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia dan berbagai perguruan tinggi mitra.
"Karena ini merupakan rangkaian acara pertama, selanjutnya akan dilaksanakan kegiatan kedua di Lombok, yaitu The 8th International Conference on Global Economic Development and Entrepreneurship (ICORE). Kegiatan tersebut merupakan kerja sama antara Universitas Jenderal Soedirman, Universiti Utara Malaysia, dan Hebei University, China," jelasnya.
Menurut Kiky, pemilihan nama Serayu bukan tanpa alasan. Nama tersebut merepresentasikan semangat untuk mengangkat potensi ekonomi lokal, kewirausahaan lokal, serta berbagai usaha masyarakat yang selama ini menjadi penopang perekonomian daerah.
"Kami ingin melihat bagaimana pelaku ekonomi lokal selama ini menopang perekonomian. Dari fondasi ekonomi di tingkat bawah inilah diharapkan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) pada skala yang lebih luas dapat tercapai," ujarnya.
Selain forum ilmiah, rangkaian ICSEMA 2026 juga akan dilanjutkan dengan kegiatan International Community Service yang berfokus pada pengabdian kepada masyarakat bertaraf internasional. Dalam kegiatan tersebut, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal akan dihadirkan untuk berbagi pengalaman, sekaligus memperoleh masukan dari para pakar internasional mengenai strategi pengembangan usaha menuju pasar global.
"Beberapa UMKM yang kami undang ada yang sudah berhasil melakukan ekspor, tetapi ada juga yang masih dalam tahap persiapan. Melalui kegiatan ini, para pakar internasional diharapkan dapat memberikan masukan mengenai berbagai hal yang perlu dipersiapkan agar UMKM mampu bersaing di pasar global. Informasi seperti inilah yang ingin kami jembatani," ungkapnya.
Melalui penyelenggaraan Serayu Economic Forum dan rangkaian ICSEMA 2026, Unsoed berkomitmen memperkuat sinergi antara dunia akademik, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Hasil-hasil penelitian diharapkan tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah semata, tetapi dapat diimplementasikan menjadi solusi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
#unsoedberdampak #sdgs8 #sdgs9 #sdgs17




