Publish: 4 November 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Rab, 4/11/26] Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melalui International Relations Office (IRO) menyelenggarakan kegiatan The Bandung Connection 2026 sebagai bagian dari upaya mempererat kebersamaan dan membangun koneksi di antara mahasiswa internasional serta keluarga besar IRO Unsoed.
Mengusung tema “Discovering History, Cultural Heritage, and Strengthening Unity”, kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dari 31 Oktober hingga 2 November 2026, dengan mengambil sejumlah destinasi edukatif dan wisata di Jawa Barat.
Kegiatan tahunan yang dikemas dalam bentuk perjalanan edukatif ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa internasional untuk mengenal sejarah, warisan budaya, serta keindahan alam Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Barat. Selain menjadi sarana pembelajaran di luar kelas, kegiatan ini juga dirancang untuk memperkuat hubungan dan kebersamaan di antara mahasiswa internasional dan keluarga besar IRO Unsoed melalui berbagai pengalaman bersama.
Pada hari pertama, peserta diajak mengunjungi Masjid Raya Al-Jabbar untuk mengenal perpaduan nilai-nilai Islam, arsitektur, dan identitas budaya Jawa Barat. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Museum Konferensi Asia Afrika dan kawasan Jalan Asia Afrika. Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa internasional berkesempatan mempelajari sejarah Konferensi Asia Afrika 1955, termasuk semangat solidaritas, kesetaraan antarbangsa, kedaulatan, dan kerja sama internasional yang menjadi warisan penting diplomasi Indonesia.
Memasuki hari kedua, kegiatan diarahkan pada eksplorasi alam dan penguatan kerja sama tim. Peserta mengunjungi Kawah Putih di kawasan Gunung Patuha, Ciwidey, untuk menyaksikan secara langsung lanskap vulkanik dan keunikan lingkungan alamnya. Selanjutnya, peserta mengikuti kegiatan rafting dan paintball di kawasan Situ Cileunca, Pangalengan. Berbagai aktivitas tersebut memberikan pengalaman petualangan sekaligus mendorong komunikasi, koordinasi, dan kerja sama antarpeserta.
Pada hari ketiga, peserta diajak mengenal lebih dekat kekayaan seni dan budaya Sunda melalui kunjungan ke Saung Angklung Udjo. Di tempat ini, mahasiswa internasional tidak hanya menyaksikan pertunjukan seni tradisional, tetapi juga berkesempatan mengikuti sesi interaktif memainkan angklung bersama. Pengalaman tersebut memperkenalkan nilai kebersamaan dan harmoni yang tercermin dalam tradisi musik angklung sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia.
Menurut Direktur IRO Unsoed Dr. Agus Haryanto, The Bandung Connection 2026 tidak hanya menjadi perjalanan wisata, tetapi juga ruang pembelajaran lintas budaya yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai latar belakang negara.
“Pengalaman mereka mengunjungi situs bersejarah, menikmati keindahan alam, dan berinteraksi dengan seni tradisional diharapkan dapat memperluas wawasan mengenai identitas, sejarah, dan keberagaman budaya Indonesia,” tambahnya.
Melalui penyelenggaraan The Bandung Connection 2026, IRO Unsoed berharap hubungan kekeluargaan di antara mahasiswa internasional dan Unsoed semakin kuat. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Unsoed dalam menghadirkan pengalaman internasional yang tidak hanya memperkaya pengetahuan akademik, tetapi juga membangun pemahaman lintas budaya, persahabatan, dan semangat persatuan di tengah keberagaman.
#unsoed1963 #merdekamajumendunia #berdampak




