Publish: 29 Oktober 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Kam, 29/10/26] Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim Maggot Preneur yang diketuai Nindi Juniar, mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan, berhasil meraih penghargaan Kategori Tim Pemberdayaan Berdampak dalam ajang Innovilleague 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia. Penghargaan tersebut diterima pada Selasa (27/10/2026).
Capaian ini menjadi pengakuan atas inovasi pemberdayaan masyarakat melalui budidaya maggot yang tidak hanya menawarkan solusi pengelolaan sampah organik, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat.
Ketua Tim Maggot Preneur, Nindi Juniar, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa gagasan mahasiswa yang berangkat dari persoalan nyata di masyarakat mampu bersaing di tingkat nasional.
“Melalui penghargaan ini, kami berharap program Maggot Preneur dapat terus berkembang, menginspirasi mahasiswa lain untuk berkarya, serta mendorong lahirnya program pemberdayaan serupa di berbagai daerah di Indonesia,” ungkapnya.
Program Maggot Preneur berawal dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Pengabdian kepada Masyarakat pada 2025. Program ini mengembangkan budidaya maggot sebagai salah satu solusi untuk mengolah sampah organik sekaligus menciptakan nilai tambah melalui kegiatan produktif yang melibatkan masyarakat.
Tim Maggot Preneur beranggotakan lima mahasiswa lintas disiplin ilmu, yaitu Nindi Juniar dan Atika Dewi R dari Program Studi Ekonomi Pembangunan angkatan 2023, Elvika Mukti Restiani dari Program Studi Biologi angkatan 2023, Muhammad Ardhan Alfaris dari Program Studi Peternakan angkatan 2023, serta Alif Ardandi dari Program Studi Agroteknologi angkatan 2022. Kolaborasi lintas bidang tersebut mendukung pengembangan program dari aspek ekonomi, biologi, peternakan, hingga agroteknologi.
Dalam pelaksanaannya, Tim Maggot Preneur menggandeng Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Purwokerto sebagai mitra utama. Program ini melibatkan klien pemasyarakatan dalam proses pembelajaran, praktik lapangan, hingga pengelolaan budidaya maggot secara mandiri. Dengan pendekatan tersebut, program tidak hanya berorientasi pada pengolahan sampah, tetapi juga memberikan ruang pembelajaran keterampilan dan pengembangan kemandirian.
Dukungan turut diberikan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas sebagai penyedia bibit maggot serta Rumah Sakit Siaga Medika Banyumas sebagai pemasok sampah organik. Kolaborasi ini mempertemukan mahasiswa, pemerintah daerah, lembaga kesehatan, dan lembaga pemasyarakatan dalam upaya pengelolaan sampah yang produktif dan berdampak bagi masyarakat.
Prestasi tersebut diraih melalui proses seleksi yang kompetitif. Innovilleague 2026 diikuti 415 tim dari berbagai daerah di Indonesia. Setelah melewati tahap verifikasi dan administrasi, Tim Maggot Preneur berhasil masuk 15 besar tim terbaik. Tim kemudian mengikuti presentasi daring pada 20 Oktober 2026 dan kembali lolos sebagai salah satu dari delapan tim terbaik.
Pada tahap Liga dan Penjurian Akhir yang berlangsung 26 Oktober 2026, tim mempresentasikan program beserta dampak yang telah dihasilkan di hadapan dewan juri. Sehari kemudian, Tim Maggot Preneur resmi dinobatkan sebagai penerima penghargaan Kategori Tim Pemberdayaan Berdampak.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa kolaborasi lintas disiplin ilmu dan kemitraan dengan berbagai pihak dapat memperkuat peran mahasiswa dalam menghadirkan solusi atas persoalan lingkungan dan sosial. Melalui Maggot Preneur, mahasiswa Unsoed turut menunjukkan bahwa inovasi berbasis potensi lokal dapat dikembangkan menjadi program pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak




