Publish: 29 Oktober 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Kam, 29/10/26] Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) berperan aktif dalam persiapan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) 2027 melalui penyiapan tenaga penilai dan fasilitasi kesiapan calon lokasi di Jawa Tengah. Sebanyak 22 tenaga penilai telah direkrut untuk mendukung asesmen terhadap 22 calon lokasi di Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Purworejo.
Masing-masing kabupaten memiliki 11 calon lokasi yang akan dinilai berdasarkan kriteria yang ditetapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Keterlibatan FPIK Unsoed sebagai mitra pembangunan ini diharapkan mendukung proses penilaian yang objektif, terukur, dan berbasis data sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat nelayan.
Penyiapan tenaga penilai tersebut merupakan bagian dari upaya KKP memperkuat perencanaan KNMP 2027 melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi dan organisasi non-pemerintah (non-governmental organization/NGO). Pelibatan mitra pembangunan di 37 provinsi diarahkan untuk meningkatkan kualitas asesmen calon lokasi sebagai dasar penyusunan program pembangunan yang tepat sasaran.
Sebagai bagian dari persiapan, pembekalan tim penilaian dan fasilitasi kesiapan calon lokasi KNMP 2027 untuk Regional Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dilaksanakan di Semarang pada 26–30 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan menyamakan pemahaman mitra mengenai kebijakan, tahapan, kriteria, dan mekanisme penilaian, sekaligus meningkatkan kemampuan teknis dalam survei lapangan, verifikasi data, asesmen kesiapan, serta penyusunan rekomendasi.
Universitas Jenderal Soedirman mengirimkan delegasi yang terdiri atas Team Leader Ahmad Naufal Attaqi, dua area manager, Muhammad Baedowi dan Abdul Malik Firdaus, serta dua tenaga administrasi. Delegasi tersebut mengikuti koordinasi dan pembekalan untuk mendukung pelaksanaan tugas mitra pembangunan dalam penyiapan calon lokasi KNMP 2027.
Ahmad Naufal Attaqi menjelaskan, rekrutmen tenaga penilai dilakukan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan KKP, di antaranya berpendidikan minimal sarjana dan memiliki pengalaman survei lapangan sekurang-kurangnya satu tahun.
“Hasil rekrutmen menghasilkan 22 tenaga penilai untuk mendukung asesmen terhadap 22 calon lokasi KNMP 2027 di Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Purworejo. Keberadaan tenaga penilai tersebut diharapkan mendukung pengumpulan data dan identifikasi kebutuhan di setiap lokasi secara sistematis,” kata Ahmad Naufal Attaqi.
Dalam pelaksanaan program ini, mitra perguruan tinggi negeri (PTN) terdiri atas Universitas Jenderal Soedirman dan Universitas Diponegoro. Sementara itu, mitra perguruan tinggi swasta (PTS) meliputi Universitas Pancasakti Tegal dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Kolaborasi tersebut juga melibatkan Yayasan Komunitas untuk Transformasi Sosial (Katalis Sinergi) serta Yayasan Pejuang Muda Muria. Sinergi antarmitra diharapkan memperkuat proses penilaian dan fasilitasi kesiapan calon lokasi sehingga perencanaan KNMP 2027 dapat disusun berdasarkan hasil asesmen yang terukur dan kebutuhan nyata masyarakat nelayan.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak




