Publish: 7 Agustus 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Jum, 7/8/26] Unit Kegiatan Mahasiswa Penalaran dan Riset (UKMPR) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melalui Departemen Pengabdian Masyarakat mengajak masyarakat Desa Ledug, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, untuk kembali mengenal dan memanfaatkan Tanaman Obat Keluarga (TOGA).
Upaya tersebut dilakukan melalui program Tilik Desa 2026 dengan tema “Pemanfaatan TOGA dan Pengolahan Pangan Bergizi sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat”. Rangkaian kegiatan hari pertama bertajuk “Semai Sehat: Edukasi dan Penanaman TOGA” dilaksanakan di Aula Balai Desa Ledug, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan dibuka oleh Kepala Desa Ledug, Sugeng Riyadi, dan diikuti 32 peserta yang terdiri atas kader PKK, kader posyandu, masyarakat Desa Ledug, serta Bidan Desa Ledug. Turut hadir Presiden UKMPR, Dewan Konsultatif UKMPR, dan Kepala Departemen UKMPR.
Sugeng Riyadi menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, pemanfaatan tanaman obat di lingkungan masyarakat perlu kembali dikenalkan karena kegiatan budidayanya mulai berkurang.
“Tanaman yang ada di sekitar kita sebenarnya memiliki banyak manfaat dan bisa dimanfaatkan sebagai obat alami. Harapannya, masyarakat dapat kembali memanfaatkan dan membudidayakan tanaman obat yang ada di lingkungan sekitar,” ujar Sugeng Riyadi.
Project Officer Tilik Desa 2026, Tisya Yulia Ningrum, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan program, tetapi dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat selama kegiatan berlangsung, tetapi juga bisa terus dirasakan oleh masyarakat Desa Ledug,” ujarnya. Kegiatan menghadirkan Alif Ardandi, mahasiswa Fakultas Pertanian Program Studi Agroteknologi sekaligus Dewan Konsultatif UKMPR Unsoed 2026, sebagai narasumber. Materi yang diberikan meliputi pengenalan manfaat dan teknik dasar budidaya TOGA, dengan jenis tanaman yang diperkenalkan antara lain rosella, daun kelor, kunyit, temulawak, jahe, dan kumis kucing.
Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti praktik penanaman TOGA di lahan depan Balai Desa Ledug. Dengan didampingi volunteer dan narasumber, para peserta menanam berbagai jenis tanaman obat sebagai langkah awal pemanfaatan lahan sekaligus penerapan pengetahuan yang telah diperoleh.
Selain memberikan edukasi kepada masyarakat, kegiatan tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa yang terlibat dalam kepanitiaan untuk memperoleh pengalaman langsung dalam proses pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Sebanyak 13 panitia dan sembilan volunteer terlibat dalam mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung.
Rangkaian kegiatan hari pertama ditutup dengan evaluasi dan penyerahan sertifikat kepada narasumber. Tanaman yang telah ditanam diharapkan dapat dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Ledug.
Program Tilik Desa 2026 selanjutnya akan dilanjutkan dengan kegiatan pengolahan TOGA dan pangan bergizi. Rangkaian program tersebut menjadi bagian dari upaya UKMPR Unsoed dalam mendorong pemanfaatan potensi lokal sekaligus memperkuat keterlibatan mahasiswa dan masyarakat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.




