Publish: 31 Agustus 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Jum, 18/9/2026] Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) memperkuat pendampingan terhadap pengembangan desa wisata di kaki Gunung Slamet melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) skim Pendukung Smart Village. Program yang didanai Badan Layanan Umum (BLU) Unsoed tersebut dilaksanakan oleh tim dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Fakultas Teknik di Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Kemutug Lor tersebut menyasar pengelola website desa dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Jum’at (28/8/2026). Pendampingan dilakukan melalui pelatihan pengelolaan website desa, manajemen usaha, serta strategi pemasaran digital.
Pelatihan diarahkan untuk memperkuat kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital guna memperluas promosi potensi desa. Sejumlah produk unggulan UMKM Kemutug Lor, seperti karamel susu, yoghurt, telur asin, tempe, dan kerupuk susu, didorong untuk dipasarkan melalui katalog daring dan media sosial.
Selain pelatihan, tim PkM Unsoed menyerahkan sejumlah sarana pendukung pengembangan desa wisata. Bantuan tersebut meliputi rompi identitas bagi pelaku wisata, megaphone portable (TOA) dan amplifier mini untuk mendukung kegiatan pemanduan dan sosialisasi wisata, serta peralatan kebersihan berupa sepatu boot, sekop, sapu lidi, dan tempat sampah.
Kepala Desa Kemutug Lor, Sarwono, mengapresiasi dukungan Unsoed melalui program Pendukung Smart Village. Menurutnya, bantuan dan pendampingan tersebut dapat memperkuat pengembangan potensi wisata sekaligus ekonomi masyarakat.
“Dukungan ini sangat berarti bagi upaya desa dalam mengembangkan potensi wisata dan ekonomi warga secara lebih profesional dan berkelanjutan,” ujar Sarwono.
Ketua Tim Pelaksana PkM, Dr. Dwita Darmawati, S.E., M.Si., mengatakan program tersebut dirancang untuk mendorong kemandirian desa melalui tiga pilar, yakni smart governance, smart economy, dan smart people.
“Smart governance diarahkan melalui penguatan sistem informasi desa yang transparan, smart economy melalui digitalisasi UMKM, sedangkan smart people melalui peningkatan literasi digital masyarakat. Dengan tiga pilar ini, kami berharap masyarakat dapat mengelola potensi desa secara lebih mandiri,” jelasnya.
Dwita berharap sedikitnya dua admin desa yang telah mendapatkan pelatihan mampu mengelola website desa secara mandiri setelah program pendampingan berakhir.
Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan Ir. Nofiyati, S.Kom., M.Kom., IPM., yang berperan dalam pengembangan arsitektur website desa wisata terintegrasi. Sementara Retno Widuri, S.E., M.Si., menangani operasional lapangan dan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan sistem informasi desa. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa dari Program Studi Manajemen dan Teknik Informatika Unsoed.
Untuk memastikan keberlanjutan kolaborasi, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsoed dan Pemerintah Desa Kemutug Lor menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. PKS ditandatangani Kepala LPPM Unsoed, Prof. Dr. Ir. Elly Tugiyanti, M.P., IPU., ASEAN.Eng., dan Kepala Desa Kemutug Lor, Sarwono.
Kerja sama tersebut menjadi landasan bagi pengembangan kolaborasi jangka panjang antara Unsoed dan Pemerintah Desa Kemutug Lor dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui program ini, Desa Kemutug Lor diarahkan memiliki portal desa wisata resmi yang terintegrasi. Portal tersebut nantinya memuat informasi destinasi wisata seperti Curug Pinang, Curug Pete, Embung Jelita, dan Lapangan Viral, sekaligus menjadi etalase digital bagi produk UMKM lokal.
Penguatan sistem informasi dan kapasitas masyarakat tersebut diharapkan dapat mendukung promosi potensi desa, memperluas jangkauan pemasaran produk UMKM, serta mendorong peningkatan kunjungan wisatawan dan kesejahteraan masyarakat Desa Kemutug Lor.
#unsoeda963#merdekamajumendunia#berdampak




