Published: 11 September 2026 - 07:00 WIB - Views: 0 views
[unsoed.ac.id, Jum, 11/9/26] Dua dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) berhasil memperoleh Beasiswa Pendidikan Doktor untuk Dosen Indonesia (BPDDI) 2026. Keduanya, Efita Pratiwi Adi, S.Pd., M.Sc. dan Felinda Arumningtyas, S.Stat., M.Stat., akan melanjutkan pendidikan doktoral di dua perguruan tinggi berbeda dengan bidang riset yang berfokus pada pengembangan sains untuk mendukung bidang kesehatan.
Efita akan menempuh Program Doktor Fisika di Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan fokus pada fisika citra medik, khususnya instrumentasi pencitraan pada perangkat radiografi. Ia memilih UGM karena aktivitas riset di laboratorium fisika perguruan tinggi tersebut yang mengembangkan berbagai perangkat medis dalam negeri.
Menurut Efita, lingkungan riset tersebut membuka peluang untuk membangun kolaborasi yang mendukung pengembangan karya akademik, mulai dari publikasi ilmiah hingga hak kekayaan intelektual.
Untuk memperoleh BPDDI 2026, Efita harus melewati tiga tahapan seleksi, yakni seleksi administrasi, tes bakat skolastik, dan wawancara. Melalui tahapan tersebut, ia berupaya menunjukkan potensi pengembangan keilmuan fisika medik sekaligus kontribusinya setelah menyelesaikan pendidikan doktoral.
“Setelah menyelesaikan studi doktoral, saya ingin menerapkan ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan fisika medik di Unsoed, melanjutkan riset kolaboratif, serta membentuk kelompok riset fisika medik yang dapat melibatkan mahasiswa dalam publikasi nasional maupun internasional,” terang Efita.
Sementara itu, Felinda akan menempuh Program Doktor Ilmu Statistik di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan fokus pada sains data medik. Salah satu bidang yang akan dikembangkan adalah pemanfaatan sinyal electroencephalography (EEG) dan machine learning untuk menentukan tingkat keparahan depresi secara lebih objektif.
Felinda memilih ITS sebagai tempat melanjutkan studi karena memiliki kesinambungan akademik dengan pendidikan magisternya. Pada jenjang tersebut, Felinda melakukan penelitian bersama Santi Wulan Purnami yang juga menjadi pembimbing tesisnya.
Selama studi doktoral, Felinda menargetkan pengembangan kapasitas ilmiah, jejaring kolaborasi, serta kemampuan menghasilkan riset yang berdampak. Riset yang dikembangkan juga diarahkan agar dapat menghasilkan prototipe sistem penilaian atau screening depresi berbasis data yang lebih objektif.
Setelah menyelesaikan studi dan kembali ke FMIPA Unsoed, Felinda berencana memperkuat Laboratorium Sains Data Medik yang saat ini dipimpinnya. Laboratorium tersebut diharapkan menjadi ruang kolaborasi lintas bidang, khususnya statistika, data science, kedokteran, dan psikologi dalam penelitian kesehatan mental berbasis EEG.
“Saya ingin pulang bukan hanya membawa gelar doktor, tetapi membawa kapasitas, jejaring, dan ekosistem riset baru untuk FMIPA Unsoed,” ujar Felinda.
Perolehan BPDDI 2026 oleh Efita dan Felinda diharapkan turut memperkuat kapasitas akademik FMIPA Unsoed sebagai wadah pengembangan ilmu sains dasar. Bidang riset keduanya yang bersinggungan dengan kesehatan juga membuka peluang penguatan peran basic science dalam pengembangan ilmu terapan serta kolaborasi lintas disiplin untuk menghasilkan riset yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak
