Published: 11 September 2026 - 07:00 WIB - Views: 0 views
[unsoed.ac.id, Jum, 11/9/26] Tim mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) meraih Juara 2 dalam kompetisi ilmiah nasional Pelita Fair 2026 yang digelar Kamis (27/8/2026). Prestasi tersebut diraih melalui gagasan inovatif bertajuk SREGEP yang menawarkan solusi pengelolaan sampah rumah tangga berbasis teknologi dan pemberdayaan pemulung.
Tim terdiri atas tiga mahasiswa, yakni Feroz Aldino dari Program Studi Fisika angkatan 2024, Anindiya Olivia Waffi dari Matematika angkatan 2024, dan Ajeng Fitriani dari Fisika angkatan 2024.
Feroz mengatakan, keikutsertaan dalam kompetisi tersebut berangkat dari keinginan tim untuk menguji kemampuan di luar zona nyaman sekaligus menjadi ruang untuk mengembangkan gagasan berbasis sains yang dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat.
“Lebih dari sekadar mencari validasi eksternal atau piala, keikutsertaan ini menjadi proses untuk membangun kepercayaan diri dan membuktikan bahwa setiap orang mampu bersaing serta memberikan kontribusi yang bermakna,” terang Feroz.
Dalam kompetisi tersebut, tim menggagas SREGEP sebagai solusi terhadap persoalan pengelolaan sampah rumah tangga. Konsep yang ditawarkan mencakup pemilahan sampah dari sumbernya, penggunaan smart card bagi pemulung, penyediaan informasi harga material secara real-time, sistem insentif, hingga pemasaran berbasis business-to-business (B2B).
Untuk menghasilkan gagasan yang komprehensif, tim melakukan studi literatur secara intensif. Proses pengembangan ide juga menggunakan kriteria SMART dan analisis SWOT untuk memastikan solusi yang ditawarkan memiliki sasaran yang jelas, terukur, serta dapat diimplementasikan.
Tidak berhenti pada penyusunan gagasan, tim turut merancang antarmuka dan pengalaman pengguna atau UI/UX aplikasi sebagai representasi sistem SREGEP. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat aspek kreativitas sekaligus memberikan gambaran mengenai penerapan solusi secara nyata.
Dalam kompetisi, peserta dinilai berdasarkan sejumlah aspek, antara lain ketajaman analisis, sistematika penulisan, serta kualitas solusi dan inovasi. Karena itu, persiapan menjadi bagian penting dalam proses tim hingga akhirnya mampu meraih posisi kedua.
Feroz menilai capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang dalam mengembangkan gagasan dan menuangkannya menjadi karya yang konkret.
“Bagi kami, pencapaian ini bukan hanya tentang mendapatkan juara, tetapi juga menjadi pengalaman yang sangat berarti dan motivasi untuk terus berani mengembangkan ide, berpikir lebih kritis, serta menghasilkan karya yang memiliki manfaat nyata,” ujarnya.
Ke depan, tim berharap semakin banyak mahasiswa Unsoed yang berani berpartisipasi dalam kompetisi karya ilmiah. Mereka juga berharap kompetisi semacam ini dapat terus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan inovatif sekaligus memperkuat kontribusi akademik Unsoed dalam menjawab berbagai persoalan di masyarakat.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak
