Publish: 29 Oktober 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Kam, 29/10/26] Enam dosen Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dinyatakan lolos seleksi dan resmi menjadi asesor baru Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM-PTIP) tahun 2026. Keberhasilan ini menjadi wujud kontribusi Unsoed dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi, khususnya pada bidang pertanian, perikanan dan kelautan, serta peternakan.
Enam dosen tersebut terdiri atas empat dosen bidang pertanian, satu dosen bidang perikanan dan kelautan, serta satu dosen bidang peternakan. Mereka adalah Prof. Dr. Nur Aini, S.TP., M.P.; Prof. Condro Wibowo, S.TP., M.Si., Ph.D.; Budi Dharmawan, S.P., M.Si., Ph.D.; dan Susanto Budi Sulistyo, S.TP., M.Si., Ph.D. dari bidang pertanian; Dr.Pi. Ir. Rose Dewi, S.Kel., M.Si., IPU, ASEAN Eng dari bidang perikanan dan kelautan; serta Ir. Novie Andri Setianto, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU, ASEAN Eng dari bidang peternakan.
LAM-PTIP merupakan lembaga akreditasi mandiri yang didirikan atas prakarsa bersama Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Pertanian, Perikanan dan Kelautan, Peternakan, serta Kehutanan. Pembentukannya didukung oleh berbagai asosiasi profesi, organisasi keilmuan, dan mitra industri. Lembaga ini berperan dalam mendukung penjaminan mutu pendidikan tinggi melalui proses akreditasi program studi di bidang ilmu pertanian dan rumpun ilmu terkait.
Sebelum ditetapkan sebagai asesor, keenam dosen Unsoed tersebut telah melewati serangkaian tahapan seleksi, mulai dari seleksi administrasi, wawancara, psikotes, pre-test dan post-test, hingga simulasi. Mereka juga mengikuti pelatihan dan penyamaan persepsi, kemudian menandatangani pakta integritas sebagai bagian dari proses penetapan asesor.
Pelatihan dan Penyamaan Persepsi Calon Asesor LAM-PTIP diselenggarakan pada 22–24 Oktober 2026 di Fairfield by Marriott Jakarta Soekarno-Hatta Airport. Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pembekalan mengenai Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Sistem Akreditasi Nasional (SAN), prosedur dan mekanisme akreditasi, serta persyaratan yang harus dipenuhi program studi untuk mencapai predikat unggul.
Kegiatan ini juga dihadiri dosen Fakultas Pertanian (Faperta) Unsoed, Prof. Ir. Totok Agung Dwi Haryanto, M.P., Ph.D., yang bertugas sebagai anggota Dewan Eksekutif LAM-PTIP pada Divisi Penjaminan Mutu.
Ketua Dewan Eksekutif LAM-PTIP, Prof. Dr. Ir. Samanhudi, S.P., M.Si., IPM, ASEAN Eng, menyampaikan bahwa pembekalan calon asesor tidak hanya mencakup pemahaman materi, tetapi juga keterampilan teknis dalam melaksanakan proses akreditasi.
“Selain menerima materi, para calon asesor juga perlu dilatih teknik Asesmen Kecukupan (AK) dan Asesmen Lapangan (AL), praktik pengisian sistem aplikasi LAM-PTIP, simulasi penilaian, serta evaluasi hasil tugas mandiri,” ungkap Prof. Samanhudi. Ia menjelaskan, kegiatan dilanjutkan dengan penyamaan persepsi bersama seluruh asesor dan validator LAM-PTIP untuk menjaga konsistensi penilaian serta standar mutu pendidikan tinggi. Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembekalan etika asesor dan penandatanganan pakta integritas.
“Rangkaian kegiatan diakhiri dengan pembekalan Etika Asesor dan penandatanganan Pakta Integritas untuk menjadi Asesor secara resmi, tersebut sebagai bentuk komitmen moral serta profesionalisme dalam menjalankan tugas penjaminan mutu,” ungkap Prof. Samanhudi.
Keberhasilan enam dosen Unsoed tersebut diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan SPMI di lingkungan universitas sekaligus meningkatkan akuntabilitas dan mutu akademik program studi. Selain itu, keterlibatan mereka sebagai asesor LAM-PTIP diharapkan turut mendukung pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) secara berkelanjutan pada program studi bidang pertanian, perikanan dan kelautan, serta peternakan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
#unsoedberdampak




