Publish: 20 Juli 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Sen, 13/7/2026] Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed mencanangkan Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, sebagai desa binaan melalui program berbasis Smart Village. Program yang digagas oleh akademisi Ilmu Komunikasi FISIP Unsoed, Dr. Agoeng Nugroho, S.Si., M.Si., ini didukung pendanaan skema Badan Layanan Umum (BLU) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsoed Tahun 2026. Pencanangan Desa Binaan dilaksanakan pada Sabtu (18/7/2026) dan dihadiri oleh sivitas akademika FISIP Unsoed, Pemerintah Desa Kotayasa, serta masyarakat setempat. Kegiatan diawali dengan Jalan Sehat Susur Curug Tebela, dilanjutkan prosesi pemotongan tumpeng dan makan bersama sebagai simbol dimulainya kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun desa. Melalui program ini, FISIP Unsoed berupaya mengoptimalkan potensi wisata alam Curug Tebela sebagai penggerak ekonomi desa dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Pengembangan dilakukan melalui integrasi keilmuan, inovasi, serta pemanfaatan potensi lokal agar memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Sejumlah program strategis telah disiapkan untuk mendukung pengembangan kawasan wisata tersebut, antara lain peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan pelayanan wisata yang terintegrasi dengan sektor pertanian dan peternakan, pembentukan tata kelola wisata melalui skema Koperasi Multi Pihak, optimalisasi promosi digital, serta peningkatan sarana pendukung berupa papan informasi, petunjuk arah, fasilitas sanitasi, penyediaan peralatan keselamatan, dan sistem pengelolaan sampah terpadu. Ketua Tim Program Pengabdian, Dr. Agoeng Nugroho, S.Si., M.Si., mengatakan bahwa pengembangan Desa Kotayasa tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur wisata, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi desa secara mandiri. "Melalui sinergi ini, kami ingin memastikan bahwa keindahan Curug Tebela tidak hanya menjadi destinasi wisata yang aman, nyaman, dan ramah keluarga, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi desa sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat," ujarnya. Program Desa Binaan ini juga menjadi bentuk kontribusi Unsoed dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pengembangan wisata berbasis masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan warga melalui penciptaan peluang usaha dan lapangan kerja, sehingga berkontribusi terhadap SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Selain itu, penguatan tata kelola kawasan wisata yang bersih, aman, dan berwawasan lingkungan mendukung pencapaian SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan). Keseluruhan program tersebut dijalankan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat sebagai implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Melalui program Desa Binaan FISIP Unsoed Tahun 2026, Desa Kotayasa diharapkan mampu berkembang menjadi Smart Eco-Tourism Village yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi model pengembangan desa berbasis potensi lokal di Kabupaten Banyumas maupun wilayah sekitarnya.




