Publish: 23 September 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Rab, 23/9/2026] Pusat Biodiversitas dan Maritim, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Umum dan Migas pada 19–20 September 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari program kerja Pusat Biodiversitas dan Maritim tahun 2026 ini diikuti 28 peserta dari kalangan mahasiswa, alumni, dosen, dan dunia industri.
Kegiatan dibuka oleh Kepala LPPM Unsoed, Prof. Dr. Ir. Elly Tugiyanti, M.P., IPU., ASEAN Eng. Pelatihan dan sertifikasi tersebut diselenggarakan untuk meningkatkan pengetahuan, kompetensi, dan kesiapan peserta dalam menerapkan K3, baik di lingkungan kerja umum maupun sektor migas, melalui skema sertifikasi yang terhubung dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Sebanyak 28 peserta mengikuti skema K3 Umum dan K3 Migas level operator serta K3 Umum level ahli. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan penguatan pengetahuan dan keterampilan K3, tetapi juga kesempatan memperoleh pengakuan kompetensi sesuai dengan skema sertifikasi yang diikuti.
Kepala LPPM Unsoed, Prof. Elly, dalam pembukaan kegiatan menekankan pentingnya peningkatan kompetensi K3 sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman, profesional, dan bertanggung jawab.
“Kompetensi K3 menjadi bagian penting dalam membangun budaya kerja yang aman dan profesional. Karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan sertifikasi seperti ini perlu terus dilakukan,” ujarnya.
Pelatihan menghadirkan Yupieter Adi Parwayoga sebagai narasumber sekaligus praktisi K3. Ia memiliki pengalaman di bidang keselamatan dan kesehatan kerja serta HSE, dengan sejumlah sertifikasi profesional, di antaranya Training of Trainer (TOT) BNSP, K3 Migas level Pengawas BNSP, K3 Umum level Ahli BNSP, Auditor SMK3, K3 Kebakaran, First Aid, serta Ahli K3 Umum Kemenakertrans.
Selain memiliki pengalaman sertifikasi, Yupieter juga berpengalaman sebagai praktisi HSE pada berbagai proyek, termasuk pekerjaan offshore dan pipeline, serta sebagai trainer K3 di sejumlah lembaga dan perusahaan. Pengalaman tersebut memberikan perspektif praktis kepada peserta mengenai penerapan K3 pada lingkungan kerja dengan karakteristik risiko yang beragam.
Kepala Pusat Biodiversitas dan Maritim LPPM Unsoed, Dr. rer. nat. Riyanti, S.T., M.Biotech, menyampaikan bahwa kompetensi K3 memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas kelautan dan sektor migas. Penelitian dan survei laut, aktivitas di atas kapal, penggunaan instrumen lapangan, hingga pekerjaan pada lingkungan berisiko membutuhkan pemahaman dan penerapan prosedur keselamatan yang baik.
“K3 tidak semata-mata tentang persyaratan administratif atau kepemilikan sertifikat. Yang lebih penting adalah bagaimana pengetahuan dan keterampilan tersebut menjadi bagian dari budaya keselamatan yang diterapkan dalam aktivitas akademik maupun profesional,” jelasnya.
Menurutnya, penguatan kompetensi K3 juga menjadi penting bagi mahasiswa, akademisi, alumni, dan tenaga profesional yang terlibat dalam kegiatan lapangan dengan tingkat risiko tertentu. Bekal tersebut diharapkan dapat mendukung kesiapan peserta dalam menghadapi tuntutan dunia kerja sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap keselamatan dan kesehatan kerja.
Melalui kegiatan ini, Pusat Biodiversitas dan Maritim LPPM Unsoed tidak hanya memperkuat kontribusinya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di bidang biodiversitas dan kemaritiman, tetapi juga dalam pengembangan sumber #unsoedberdampak




