Publish: 7 September 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Sen, 7/9/26] Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) memperkuat kerja sama internasional dengan Faculty of Applied Sciences, Universiti Teknologi Mara (UiTM) Malaysia. Penguatan kerja sama ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Agreement (IA) di Ruang Rapat Gedung A FPIK Unsoed, Rabu (2/9/2026).
Dekan FPIK Unsoed Prof. Dr. Ir. Endang Hilmi, S.Hut., M.Si., IPU., ASEAN Eng. menerima langsung delegasi UiTM yang dipimpin Assoc. Prof. Dr. Seca Gandaseca dari School of Biology, Faculty of Applied Sciences, UiTM Malaysia. Kegiatan tersebut turut dihadiri para Wakil Dekan, Ketua Jurusan, Koordinator Program Studi, Tim Kerja Sama, serta perwakilan mahasiswa FPIK Unsoed.
Dalam sambutannya, Prof. Endang Hilmi mengatakan kerja sama dengan UiTM menjadi bagian dari upaya FPIK Unsoed memperluas jejaring dengan perguruan tinggi luar negeri sekaligus meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang perikanan dan kelautan.
“Secara keseluruhan, kerja sama antara FPIK Unsoed dan Faculty of Applied Sciences, UiTM Malaysia difokuskan pada tiga pilar utama, yaitu pendidikan melalui pertukaran mahasiswa, sharing dosen, dan dosen penguji tugas akhir; penelitian melalui kolaborasi riset bersama; serta pengabdian kepada masyarakat dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di kedua institusi,” kata Prof. Endang.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan profil FPIK Unsoed kepada delegasi UiTM dan penandatanganan dokumen MoA serta IA. Selanjutnya, Assoc. Prof. Dr. Seca Gandaseca menyampaikan materi dalam Scientific Meeting bertajuk “Best Practices of Sustainable Mangrove Forest Management in Peninsular Malaysia: A Blueprint for Balancing Ecological Integrity, Economic Value, and Coastal Resilience.”
Dalam pemaparannya, Prof. Seca memperkenalkan UiTM yang pada QS World University Rankings 2027 berada pada peringkat 549. Ia juga memaparkan berbagai peluang kolaborasi, antara lain keterlibatan dosen sebagai public lecturer dan guest speaker, invited examiner for thesis, program pertukaran mahasiswa, serta kolaborasi penelitian.
Prof. Seca juga berbagi praktik pembelajaran di UiTM, khususnya program magang mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa mendapat kesempatan menjalani internship di perusahaan yang diminati pada akhir masa studi setelah menyelesaikan seluruh mata kuliah dan tugas akhir. Program tersebut memberikan pengalaman langsung di dunia kerja dan membuka peluang bagi mahasiswa untuk melanjutkan karier di tempat mereka menjalani magang.
Selain penandatanganan kerja sama dan scientific meeting, delegasi UiTM meninjau sejumlah fasilitas laboratorium dan kolam milik FPIK Unsoed. Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan sarana pendukung pelaksanaan tridharma perguruan tinggi di FPIK Unsoed.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke kawasan Perairan Laguna Segara Anakan, Kabupaten Cilacap. Lokasi tersebut menjadi salah satu gambaran awal untuk melihat potensi implementasi kolaborasi riset antara FPIK Unsoed dan UiTM Malaysia ke depan, khususnya dalam pengelolaan ekosistem pesisir dan mangrove secara berkelanjutan.





