Publish: 14 September 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Sen, 14/9/26] Fakultas Hukum (FH) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali menyelenggarakan International Conference on Law, Governance, and Social Justice (ICOLGAS). Konferensi internasional yang memasuki penyelenggaraan keempat ini mengangkat tema “Governing the Future through Local Wisdom: Law, AI, and Community Environmental Resilience for the Sustainable Development Goals.”
ICOLGAS 2026 berlangsung secara hybrid pada 15–17 September 2026. Tema yang diangkat menempatkan kearifan lokal sebagai salah satu pijakan dalam merespons perkembangan teknologi, dinamika hukum, serta tantangan lingkungan yang semakin kompleks.
Ketua Panitia ICOLGAS 2026, Prof. Dr. Aryuni Yulintianingsih, S.H., M.H., mengatakan ICOLGAS merupakan agenda berkala FH Unsoed yang menjadi ruang akademik untuk mempertemukan berbagai pemikiran mengenai hukum, tata kelola, dan keadilan sosial. ICOLGAS pertama kali diselenggarakan pada 2018, kemudian dilanjutkan pada 2020 dan 2023.
“ICOLGAS 2026 diikuti sekitar 200 peserta dengan 120 paper yang telah masuk untuk dipresentasikan. Peserta berasal dari lima negara, yakni Indonesia, Malaysia, India, Australia, dan Jepang,” kata Prof. Aryuni.
Konferensi ini menghadirkan akademisi dari sejumlah perguruan tinggi dalam dan luar negeri sebagai pembicara. Di antaranya berasal dari Tenri University Jepang, University of Melbourne Australia, Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin, serta Unsoed.
Dekan Fakultas Hukum Unsoed, Prof. Dr. Riris Ardhanariswari, S.H., M.H., mengatakan ICOLGAS menjadi ruang bagi akademisi lintas negara untuk bertukar gagasan mengenai tantangan hukum yang muncul seiring perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan.
“Harapannya ini bukan cuma sekadar kegiatan, tetapi menjadi luaran untuk berbagai gagasan berkaitan dengan kemajuan artificial intelligence. Persoalan hukum tentunya juga perlu diadaptasi,” ujar Prof. Riris.
Menurutnya, perkembangan kecerdasan buatan membuka berbagai peluang baru, tetapi juga menghadirkan persoalan yang perlu diantisipasi melalui pendekatan hukum. Karena itu, diskusi dalam ICOLGAS diharapkan dapat menghasilkan gagasan yang relevan untuk merespons perubahan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
Selain rangkaian konferensi dan presentasi ilmiah, peserta ICOLGAS 2026 juga akan mengikuti excursion study ke Nusakambangan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan konteks hukum, sosial, dan lingkungan secara langsung kepada peserta.
Melalui ICOLGAS 2026, FH Unsoed berupaya memperluas ruang dialog akademik mengenai masa depan hukum di tengah transformasi digital dan tantangan lingkungan. Perkembangan teknologi diharapkan tetap berjalan beriringan dengan kearifan lokal, keberlanjutan lingkungan, serta kepentingan masyarakat.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak




