Publish: 8 September 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Sel, 8/9/26] Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) terus mendorong penguatan potensi ekonomi masyarakat desa melalui penerapan hasil riset. Salah satunya dilakukan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Berbasis Riset di Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, dengan fokus pada pengembangan agroindustri jamur tiram.
Kegiatan bertajuk “Penguatan Hulu-Hilir Agroindustri Jamur Tiram melalui Standardisasi Budidaya, Pembuatan Bibit, dan Diversifikasi Produk di Desa Winduaji” tersebut mulai dilaksanakan pada Juni 2026. Program ini didukung pendanaan Badan Layanan Umum (BLU) Unsoed melalui Skim PkM Berbasis Riset Tahun 2026. Mitra dalam kegiatan ini adalah Kelompok Tani Jamur Agro Tani Mandiri yang berada di Dukuh Karangnangka, Desa Winduaji. Tim PkM Unsoed diketuai oleh Prof. Dr. Sri Lestari, S.E., M.Si., dengan anggota Prof. Dr. Nuniek Ina Ratnaningtyas, M.S. dan Arif Rahman Hikam, S.Pd., M.Si.
Desa Winduaji memiliki potensi yang cukup besar dalam pengembangan agroindustri jamur. Kondisi lingkungan yang mendukung budidaya serta ketersediaan limbah serbuk kayu menjadi salah satu potensi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan media tanam. Limbah serbuk kayu di wilayah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 30 ton per bulan.
Kelompok mitra selama ini telah membudidayakan jamur tiram putih dan cokelat. Namun, produksi masih relatif rendah dan fluktuatif, yakni sekitar 2–10 kilogram per hari. Selain itu, mitra masih bergantung pada pasokan bibit dari luar desa dan belum menerapkan standar budidaya yang seragam. Persoalan lain yang dihadapi meliputi kontaminasi, manajemen usaha, hingga keterbatasan dalam pengembangan produk olahan.
Melalui program PkM Berbasis Riset ini, Tim Unsoed menerapkan hasil penelitian dalam bentuk pelatihan dan pendampingan budidaya jamur berbasis standar operasional prosedur (SOP). Pendampingan meliputi penataan kumbung, pembuatan media tanam atau baglog, pengaturan suhu dan kelembapan, sanitasi, serta pengendalian hama dan kontaminasi.
Tim juga memberikan pelatihan pembuatan bibit jamur secara mandiri, mulai dari bibit F0, F1, hingga F2. Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan mitra terhadap bibit dari luar desa sekaligus meningkatkan kemandirian dan keberlanjutan produksi.
Penguatan tidak hanya dilakukan pada aspek hulu, tetapi juga diarahkan pada pengembangan aspek hilir. Pendampingan mencakup penanganan pascapanen, diversifikasi produk olahan jamur, pencatatan keuangan, strategi pemasaran, serta penguatan pengelolaan usaha dan kelembagaan kelompok. Ketua Tim PkM, Prof. Dr. Sri Lestari, S.E., M.Si., berharap program tersebut dapat mendorong terbentuknya usaha jamur yang mandiri dan berkelanjutan.
“Kami berharap mitra mampu menerapkan SOP budidaya secara konsisten, memproduksi bibit sendiri, dan meningkatkan kestabilan produksi. Diversifikasi produk olahan juga diharapkan memberikan nilai tambah serta mendukung pengembangan Desa Winduaji sebagai desa wisata,” ujarnya.
Ketua Kelompok Tani Jamur Agro Tani Mandiri, Dedi Riyadi, S.T., menyampaikan apresiasi atas dukungan Unsoed melalui pelaksanaan program tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Jenderal Soedirman, khususnya LPPM Unsoed dan Tim PkM, atas dukungan pendanaan, pelatihan, pendampingan, serta penerapan teknologi kepada kelompok kami. Kami berharap program ini dapat meningkatkan keterampilan anggota, mengurangi kegagalan produksi, mewujudkan kemandirian bibit, dan memperluas pemasaran produk jamur,” ungkapnya.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Winduaji, H. Abdurahman. Menurutnya, program tersebut memberikan dukungan nyata bagi pengembangan potensi masyarakat, khususnya kelompok petani jamur di Desa Winduaji.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Jenderal Soedirman atas dukungan pendanaan BLU Unsoed Tahun 2026 melalui Skim PkM Berbasis Riset, khususnya kepada LPPM Unsoed dan Tim PkM yang telah memfasilitasi pelatihan, penerapan teknologi, serta pendampingan kepada Kelompok Tani Jamur Agro Tani Mandiri. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kemandirian dan pendapatan petani, memperkuat agroindustri jamur dari hulu hingga hilir, serta mendukung ketahanan pangan dan pengembangan Desa Winduaji sebagai desa wisata,” ungkap Abdurahman.
Program PkM Berbasis Riset tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi Unsoed dalam mengimplementasikan hasil riset untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui penguatan kapasitas, teknologi, dan pengelolaan usaha, pengembangan agroindustri jamur diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat Desa Winduaji. #unsoedberdampak




