Publish: 28 Agustus 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Jum, 28/8/26] Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menerima tiga mahasiswa Kulliyyah of Science, International Islamic University Malaysia (IIUM) melalui program International Student Mobility. Program yang berlangsung pada Maret hingga Agustus 2026 tersebut menjadi bagian dari implementasi kerja sama kedua institusi di bidang pendidikan, pengembangan akademik, dan pertukaran budaya.
Ketiga mahasiswa IIUM yang mengikuti program tersebut yakni Ahmad Hazim, Syamimi Syamilah M. M., dan Aisyah Rafhanah R. Selama mengikuti program, para mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk beradaptasi dengan lingkungan akademik FPIK Unsoed serta terlibat dalam berbagai kegiatan pembelajaran, praktikum lapang dan laboratorium, pengembangan proyek, hingga kegiatan pengenalan budaya Indonesia.
Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FPIK Unsoed, T. Junaidi, mengatakan program International Student Mobility menjadi salah satu bentuk nyata implementasi kerja sama FPIK Unsoed dengan IIUM. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa internasional dalam berbagai kegiatan akademik memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar dalam lingkungan yang lebih beragam.
“Program ini tidak hanya memberikan pengalaman akademik bagi mahasiswa IIUM, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa FPIK Unsoed untuk berinteraksi dan belajar dalam lingkungan internasional. Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat jejaring akademik dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara FPIK Unsoed dan IIUM,” ujarnya.
Implementasi kerja sama tersebut sebelumnya juga diwujudkan melalui kunjungan Dekan FPIK Unsoed, Prof. Dr. Ir. Endang Hilmi, S.Hut., M.Si., IPU., ASEAN Eng., ke IIUM, Malaysia, pada 13–15 Juli 2026. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda Seminar Internasional “Marine Biodiversity and Coastal Sustainability: Navigating Ecosystem Health, Innovation and Aquaculture Futures 2026”. Dalam kegiatan tersebut, dosen FPIK Unsoed, Dr. Ir. Rose Dewi, S.Kel., M.Si., IPU., ASEAN Eng. dan Dr. Taufik Budi Pramono, S.Pi., M.Si., turut hadir sebagai guest speaker. Selama menjalani program di FPIK Unsoed, mahasiswa IIUM mengikuti berbagai kegiatan akademik pada sejumlah bidang keilmuan. Salah satunya melalui kegiatan magang bidang Akuakultur dan Teknologi Hasil Perikanan (THP) di Kabupaten Banjarnegara. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung mengenai penerapan budidaya perikanan hingga pengolahan hasil perikanan.
Mahasiswa IIUM juga terlibat dalam berbagai proyek fakultas yang memberikan pengalaman mengenai pengembangan inovasi dan kolaborasi bersama civitas akademika FPIK Unsoed. Salah satunya melalui Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) FPIK Unsoed.
Dalam program tersebut, mahasiswa berkolaborasi dalam pengembangan dua proyek inovasi, yaitu Papa Flok yang mengangkat inovasi probiotik berbasis pepaya untuk optimalisasi sistem bioflok pada budidaya perikanan berkelanjutan, serta AquaVannex yang mengembangkan ekstrak astaxanthin alami berbasis limbah karapas udang vannamei sebagai feed additive untuk meningkatkan warna ikan hias. Keterlibatan dalam PMW memberikan pengalaman kepada mahasiswa IIUM dalam menerapkan pengetahuan bidang perikanan sekaligus mengembangkan kreativitas, kemampuan inovasi, dan jiwa kewirausahaan.
Selain kegiatan akademik, mahasiswa IIUM turut mengikuti praktikum lapang mata kuliah Ekologi Perairan di Pantai Sodong, Kabupaten Cilacap. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman langsung dalam mengamati kondisi ekosistem perairan, mengenali komponen biotik dan abiotik, serta memahami interaksi yang terjadi dalam ekosistem pesisir.
Praktikum lapang menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang memungkinkan mahasiswa menghubungkan konsep yang diperoleh dalam pembelajaran di kelas dengan kondisi lingkungan secara langsung.
Tidak hanya aspek akademik, program International Student Mobility juga diisi dengan kegiatan pertukaran budaya (cultural exchange) bersama mahasiswa FPIK Unsoed. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa IIUM diperkenalkan dengan budaya dan kearifan lokal masyarakat Banyumas.
Mahasiswa IIUM berkesempatan mengenal berbagai kuliner khas daerah, seperti getuk goreng Sokaraja dan mendoan Banyumas, serta mengenal produk budaya Indonesia berupa batik dan pakaian tradisional seperti kebaya. Kegiatan tersebut menjadi ruang interaksi lintas budaya sekaligus mempererat hubungan antarmahasiswa dari kedua negara.
Pelaksanaan program International Student Mobility IIUM di FPIK Unsoed mendapat dukungan dari pimpinan, jajaran fakultas, serta civitas akademika FPIK Unsoed. Dukungan tersebut mencakup penerimaan mahasiswa internasional, fasilitasi kegiatan akademik, hingga pendampingan selama mahasiswa mengikuti berbagai aktivitas program.
Melalui program ini, FPIK Unsoed berharap mahasiswa memperoleh wawasan akademik, pengalaman internasional, serta kemampuan beradaptasi dalam lingkungan multikultural. Di sisi lain, program tersebut menjadi langkah untuk memperkuat kerja sama FPIK Unsoed dan IIUM serta membuka peluang kolaborasi lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia di bidang perikanan dan ilmu kelautan. #unsoedberdampak




