Publish: 5 November 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Kam, 5/11/26] Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari melakukan kunjungan benchmarking ke Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Kamis (5/11/2026). Kunjungan ini menjadi ajang berbagi praktik baik sekaligus memperkuat tata kelola penjaminan mutu dan pengembangan pembelajaran di perguruan tinggi.
Delegasi LPMPP UHO yang berjumlah enam orang dipimpin oleh Sekretaris LPMPP UHO, Prof. Dr. Weka Gusmiarty Abdullah, S.P., M.P. Kedatangan delegasi diterima langsung oleh Kepala LPMPP Unsoed, Prof. Juni Sumarmono, bersama Sekretaris dan para Kepala Pusat di lingkungan LPMPP Unsoed, serta Koordinator Program Internasional FEB Unsoed, Agung Praptapa, MBA., Ph.D., Ak., di Gedung LPMPP Unsoed.
Prof. Weka menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk mempelajari berbagai praktik yang telah diterapkan Unsoed, khususnya dalam pengelolaan sistem penjaminan mutu dan pengembangan pembelajaran.
“Kunjungan kerja ini bertujuan untuk melakukan sharing praktik (best practice) serta mempelajari tata kelola penjaminan mutu dan pengembangan pembelajaran yang diterapkan di Universitas Jenderal Soedirman,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, kunjungan benchmarking ini dilatarbelakangi oleh capaian UHO yang telah meraih Akreditasi Unggul pada Mei 2026 serta keberhasilan sejumlah program studi memperoleh akreditasi internasional. Capaian tersebut perlu diiringi dengan upaya menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan, sejalan dengan implementasi Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.
Dalam pertemuan tersebut, pembahasan mencakup tiga agenda utama. Pertama, penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berbasis siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP). Pembahasan meliputi pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI), Rapat Tinjauan Manajemen (RTM), tindak lanjut hasil audit, penguatan budaya mutu, serta penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE).
Kedua, strategi akreditasi internasional, mulai dari penentuan program studi prioritas, pemilihan lembaga akreditasi yang sesuai, pendampingan program studi, hingga pengelolaan dokumen dan data berbasis bukti (evidence-based data).
Ketiga, pengembangan kelas internasional yang mencakup kebijakan, kurikulum, kesiapan dosen dan bahasa pengantar, rekrutmen mahasiswa internasional, kemitraan luar negeri, hingga sistem pembiayaan.
Melalui kegiatan ini, kedua lembaga diharapkan dapat saling berbagi pengalaman dan memperkuat kerja sama dalam membangun sistem penjaminan mutu yang adaptif dan berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya mendukung peningkatan kualitas tata kelola institusi, tetapi juga mendorong daya saing pendidikan tinggi Indonesia di tingkat internasional.
#unsoed1963 #merdekamajumendunia #berdampak




