Publish: 5 November 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Kam, 5/11/26] Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), menggelar kegiatan SDGs in Education, Selasa (3/11/2026). Bertempat di Gedung Bambang Lelono FIB Unsoed, kegiatan ini menghadirkan dua pembicara internasional, yakni Vanessa Berns, Master of SDGs in Science dari Leuphana University of Lüneburg, Jerman, serta Mariia Brwitzer, Master of SDGs in Culture and Ecology dari University of Rostock, Rusia.
Kegiatan ini menjadi ruang berbagi wawasan sekaligus inspirasi bagi mahasiswa untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs) dalam dunia pendidikan dan kehidupan bermasyarakat. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan potensi diri, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga melalui kontribusi nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Acara dibuka oleh Dekan FIB Unsoed, Dr. Linda Susana W. A. F., S.S., M.Hum. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kehadiran pembicara internasional menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa, khususnya calon pendidik, untuk memperluas wawasan dan memperoleh inspirasi dalam mengimplementasikan nilai-nilai pembangunan berkelanjutan.
“Saya berharap seluruh mahasiswa mampu mengimplementasikan nilai-nilai SDGs demi kesejahteraan masyarakat serta menjadi warga global yang berkarakter lokal,” ungkapnya.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta yang terdiri atas dosen Pendidikan Bahasa Inggris FIB Unsoed dan mahasiswa tampak antusias mengikuti diskusi. Berbagai pertanyaan disampaikan kepada kedua pembicara, terutama mengenai pendidikan, budaya, serta program-program SDGs yang tengah mereka jalankan di Indonesia.
Dalam pemaparannya, kedua pembicara mengajak mahasiswa untuk mulai berkontribusi terhadap pencapaian SDGs dari lingkungan terdekat. Menurut mereka, kepedulian terhadap persoalan di sekitar, kolaborasi, dan keterlibatan aktif dalam masyarakat merupakan langkah awal untuk menciptakan dampak yang lebih luas.
Selain berbagi pengalaman dan pengetahuan, kegiatan ini juga diwarnai dengan pengenalan budaya lokal. Dekan FIB Unsoed memperkenalkan Tari Lengger khas Banyumas kepada kedua pembicara internasional tersebut dan turut menari bersama. Momen ini menjadi gambaran bahwa keterbukaan terhadap wawasan global dapat berjalan beriringan dengan pelestarian identitas budaya lokal.
Sebagai penutup, kedua pembicara mengajak mahasiswa untuk menerapkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh melalui kegiatan perkuliahan maupun aktivitas di luar kampus. Terlebih, sebagai calon pendidik, mahasiswa memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai SDGs serta mendorong pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, FIB Unsoed berharap mahasiswa tidak hanya memiliki wawasan global, tetapi juga mampu menjadi warga dunia yang tetap berakar pada budaya lokal dan aktif memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
#unsoed1963 #merdekamajumendunia #berdampak




