Publish: 22 Juli 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
Dalam rangka memperkuat jejaring kemitraan global serta mempromosikan potensi daerah di kancah internasional, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Prof. Dr. Slamet Rosyadi, M.Si., memberikan visiting lecture di Burapha Business School (BBS), Burapha University, Chonburi, Thailand, pada Rabu (22/7/2026).
Kegiatan kuliah tamu ini merupakan bagian dari agenda International Research Collaboration (IRC) 2026 antara Unsoed dan Burapha University yang berlangsung pada 20–23 Juli 2026. Penugasan ini berlandaskan undangan resmi dari Dekan Burapha Business School, Assoc. Prof. Punnee Pimapunsri, Ph.D. Dalam pemaparannya di hadapan civitas akademika Burapha University, Prof. Slamet Rosyadi tidak hanya menyoroti perkembangan mutakhir tata kelola pembangunan berkelanjutan dan administrasi publik di Indonesia, tetapi juga secara khusus memperkenalkan kekayaan alam, budaya, serta dinamika sosial masyarakat Banyumas, Jawa Tengah.
Melalui presentasi bertajuk "Discover Banyumas: Nature, Culture, and Food in the Heart of Java", Prof. Slamet Rosyadi memaparkan potensi geografis dan kebudayaan Banyumas sebagai destinasi yang ramah, hangat, dan sarat akan kearifan lokal. Selain itu, menurut Prof. Slamet terdapat beberapa kemiripan antara budaya di Banyumas dengan di Thailand. Misalnya saja, kemiripan antara karakter Cablaka di Banyumas dengan konsep Sanuk (kegembiraan dan keramahan) di Thailand, yang menjadi fondasi kuat bagi hubungan emosional dan akademis antara kedua lembaga.
Mahasiswa Program Studi Pariwisata, BBS tampak antusias menyimak visiting lecture tersebut. Salah satu mahasiswa yang mengikuti perkuliahan, Ruengrit Mahamontri, mengatakan bahwa mengetahui budaya baru merupakan pengalaman yang sangat menarik. “Saya belum pernah ke Indonesia. Mendengar materi kuliah yang disampaikan Prof. Rosyadi, sepertinya sangat indah alamnya dan menarik budayanya. Mungkin suatu saat saya akan ke sana,” pungkasnya.
Selain pelaksanaan visiting lecture, kunjungan delegasi FISIP Unsoed yang terdiri dari Prof. Dr. Slamet Rosyadi, M.Si., Prof. Dr. Wahyuningrat, M.Si., Dr. Muhammad Yamin, M.Si., Dr. Agus Ganjar Runtiko, M.Si., dan Shadu Satwika Wijaya, M.Si., melingkupi serangkaian joint academic discussion. "Kehadiran kami di Burapha Business School bukan hanya sekadar pemenuhan agenda akademis riset kolaboratif, melainkan momentum strategis untuk memperkuat implementasi Memorandum of Understanding (MoU) Unsoed dan Burapha University. Melalui riset bersama dan promosi potensi lokal Banyumas, kami berharap dapat memperluas rekognisi internasional Unsoed sekaligus mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi," ujar Prof. Slamet Rosyadi.
Kegiatan visiting lecture dan diskusi akademis bersama antara Dekan FISIP Unsoed dan Burapha Business School secara langsung mencerminkan keterkaitan erat dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Pada aspek SDG 4, kegiatan perkuliahan tamu internasional ini meningkatkan kualitas serta daya saing pendidikan tinggi melalui pertukaran pengetahuan (knowledge sharing) lintas negara dan pemahaman budaya global, khususnya bagi mahasiswa pariwisata Burapha University.
Sementara itu, pemenuhan agenda International Research Collaboration (IRC) dan implementasi nyata Memorandum of Understanding (MoU) antarlembaga perguruan tinggi tersebut menjadi wujud konkrit penerapan SDG 17, di mana mobilisasi sumber daya, jaringan kepakaran, serta kemitraan akademis global diperkuat demi mendukung pembangunan berkelanjutan dan rekognisi internasional.





