Publish: 1 September 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Sel, 1/9/26] Program Studi S1 Matematika Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menyelenggarakan Seminar Karir dengan menghadirkan dua praktisi asal Indonesia yang sukses membangun karier di tingkat global. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (26/8/2026) tersebut diikuti sekitar 400 mahasiswa dan dosen Matematika.
Seminar ini digelar untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai peluang dan tantangan berkarier di pasar kerja internasional, khususnya di kawasan Eropa dan Timur Tengah. Dua praktisi yang hadir sebagai pembicara yaitu Lukman Hidayat, profesional geologist di Qatar, dan Muhammad Rafi Pramanta, profesional di bidang pengamanan aset digital di Belanda.
Dalam pemaparannya, Lukman Hidayat membagikan empat hal yang perlu dipersiapkan mahasiswa dan fresh graduate sejak dini untuk membangun karier di tingkat internasional. Keempat hal tersebut meliputi karakter, soft skills, portofolio, dan jaringan (network).
“Karakter menjadi fondasi penting, antara lain dengan memiliki tujuan yang kuat, gigih, berani mengambil tanggung jawab, adaptif, serta menjunjung tinggi etika kerja profesional. Selain itu, mahasiswa perlu mengasah soft skills, seperti kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, pemecahan masalah (problem solving), manajemen waktu, dan literasi digital,” ujarnya.
Dari sisi portofolio, mahasiswa didorong membangun rekam jejak akademis yang baik serta aktif mengikuti kompetisi, sertifikasi, magang, proyek riset, maupun kegiatan organisasi. Sementara itu, jaringan profesional dapat dibangun melalui koneksi dengan alumni dan profesional di bidang terkait serta pemanfaatan platform jejaring karier.
Lukman juga menyarankan para fresh graduate untuk mempertimbangkan memulai karier di perusahaan penyedia jasa (service company). Menurutnya, pengalaman tersebut dapat memperkuat fondasi keahlian teknis, membangun mental di lingkungan kerja yang dinamis, serta membiasakan diri bekerja di bawah tekanan sebelum melangkah ke perusahaan global.
Sementara itu, Muhammad Rafi Pramanta membagikan pengalaman berkarier di industri teknologi digital. Ia memaparkan gambaran pekerjaan di bidang cybersecurity dan factory provisioning, sekaligus menekankan pentingnya pengembangan diri dalam menghadapi perkembangan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI) dan Large Language Models (LLM).
“Fokus pekerjaan software engineer saat ini bergeser, tidak sekadar ngoding, tetapi pemahaman terhadap business process dan penyelesaian masalah secara efektif,” jelas Rafi.
Rafi juga menekankan pentingnya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi (curiosity), keberanian untuk mengemukakan pendapat (speak up), kemampuan Bahasa Inggris, serta inisiatif untuk melakukan perbaikan di tempat kerja.
Melalui seminar ini, mahasiswa Matematika Unsoed diharapkan tidak hanya memahami peluang karier global, tetapi juga mulai mempersiapkan kompetensi, pengalaman, dan jejaring profesional sejak di bangku kuliah. Bekal tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan mahasiswa menghadapi dinamika dan persaingan dunia kerja internasional.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak




