Publish: 1 September 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Sel, 1/9/26] Tanaman Obat Keluarga (TOGA) tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat, tetapi juga dapat diolah menjadi pangan sehat yang mudah dibuat di tingkat keluarga. Pemanfaatan tersebut dikenalkan Unit Kegiatan Mahasiswa Penalaran dan Riset (UKMPR) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kepada warga Desa Ledug, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, melalui kegiatan Tilik Desa 2026.
Melalui Departemen Pengabdian Masyarakat, UKMPR Unsoed menggelar kegiatan “Racik Sehat: Pengolahan Produk Herbal Berbasis TOGA” di Aula Balai Desa Ledug, Rabu (12/8/2026). Kegiatan diikuti kader PKK, kader posyandu, serta warga Desa Ledug.
Kepala Desa Ledug, Sugeng Riyadi, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, kebiasaan masyarakat mengonsumsi makanan praktis, termasuk makanan instan, perlu diimbangi dengan perhatian terhadap kandungan gizi. “Bahan pangan yang tersedia di sekitar masyarakat dapat dimanfaatkan sebagai pilihan makanan yang lebih sehat bagi keluarga,” ujarnya.
Project Officer Tilik Desa 2026, Tisya Yulia Ningrum, mengatakan kegiatan hari kedua dirancang untuk memberikan pemahaman sekaligus pengalaman praktik kepada masyarakat dalam memanfaatkan TOGA.
“Setelah pada hari pertama kita bersama-sama mengenal dan menanam berbagai tanaman TOGA, pada hari ini kita akan belajar bagaimana tanaman tersebut dapat diolah menjadi produk yang lebih mudah dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Kegiatan menghadirkan Nurhaliza Tri Wulandari, mahasiswa S1 Farmasi sekaligus salah satu Kepala Departemen UKMPR Unsoed, sebagai narasumber. Dalam sesi edukasi, peserta mendapatkan pemahaman mengenai kandungan, manfaat, serta teknik pengolahan tanaman TOGA agar dapat dimanfaatkan secara tepat dalam kehidupan sehari-hari.
Materi kemudian dilanjutkan dengan praktik mengolah daun kelor menjadi nugget. Peserta juga mengikuti demonstrasi pembuatan teh dari bunga rosella sebagai contoh pengolahan tanaman yang sederhana dan dapat diterapkan di rumah.
Salah seorang kader posyandu Desa Ledug yang mengikuti kegiatan mengaku mendapatkan pengetahuan baru mengenai pemanfaatan bahan pangan lokal.
“Kegiatan ini menjadi pengingat bagi kami sebagai ibu untuk lebih memperhatikan makanan yang diberikan kepada anak. Kadang kita memilih makanan yang praktis karena yang penting anak kenyang, padahal bahan pangan lokal di sekitar kita juga bisa diolah menjadi makanan yang bergizi. Kegiatannya menyenangkan dan memberikan pengetahuan yang bisa diterapkan di rumah,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para ibu yang berperan dalam menyiapkan makanan bagi keluarga.
Kegiatan turut dihadiri Presiden UKMPR Unsoed Venna Firena, Wakil Presiden UKMPR Devi Mei Ningrum, Kepala Departemen Sekretaris UKMPR Vania Anandhita, serta Kepala Desa Ledug Sugeng Riyadi. Pelaksanaan kegiatan didukung 13 panitia dan delapan volunteer.
“Racik Sehat” merupakan rangkaian kedua Tilik Desa 2026. Melalui kegiatan ini, UKMPR Unsoed mendorong masyarakat untuk melihat TOGA tidak hanya sebagai tanaman obat, tetapi juga sebagai sumber bahan pangan yang dapat diolah secara sederhana, bergizi, dan bermanfaat bagi keluarga.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak




