Publish: 21 September 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Jum, 18/9/2026] Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menerima kunjungan Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Republik Indonesia, Prof. Dr. Cris Kuntadi, S.E., M.M., Jumat (18/9/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari audiensi untuk memperkuat sinergi perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia kerja, khususnya dalam pemanfaatan data lulusan serta informasi pasar kerja.
Plt. Rektor Unsoed, Prof. Dr. Ali Rokhman, M.Si., menyampaikan apresiasi atas kunjungan Sekjen Kemnaker beserta jajaran. Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung lulusan perguruan tinggi agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Unsoed berkomitmen menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga adaptif, kompeten, dan siap memasuki dunia kerja. Untuk itu, perguruan tinggi membutuhkan informasi yang akurat mengenai perjalanan lulusan setelah menyelesaikan pendidikan,” kata Prof. Ali Rokhman.
Ia menjelaskan, tracer study memiliki peran strategis dalam memberikan gambaran mengenai transisi lulusan ke dunia kerja, kesesuaian kompetensi dengan pekerjaan, hingga perkembangan karier lulusan. Data tersebut dapat menjadi dasar bagi Unsoed untuk meningkatkan relevansi pendidikan dan layanan pengembangan karier.
Dalam audiensi tersebut juga dibahas rencana Pilot Project Tracer Study Unsoed–Kementerian Ketenagakerjaan–BPJS Ketenagakerjaan. Prof. Ali berharap kolaborasi tersebut dapat menghasilkan model pemanfaatan data lulusan yang lebih komprehensif sekaligus mendukung pengembangan informasi pasar kerja.
“Kami menyambut baik pembahasan Pilot Project Tracer Study Unsoed–Kementerian Ketenagakerjaan–BPJS Ketenagakerjaan. Kami berharap kolaborasi ini dapat menghasilkan model pemanfaatan data lulusan yang lebih komprehensif dan memberikan manfaat tidak hanya bagi Unsoed, tetapi juga bagi pengembangan informasi pasar kerja,” tambahnya.
Sementara itu, Sekjen Kemnaker Prof. Dr. Cris Kuntadi menyampaikan bahwa salah satu tantangan ketenagakerjaan adalah kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri. Karena itu, diperlukan sinergi yang lebih erat antara pendidikan tinggi dan dunia kerja.
Ia berharap kerja sama Kemnaker dan Unsoed tidak berhenti pada Nota Kesepahaman (MoU) yang berlaku hingga 2027, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS), termasuk di tingkat fakultas.
Dalam kesempatan tersebut, Kemnaker memperkenalkan ekosistem SIAPkerja yang mengintegrasikan berbagai layanan ketenagakerjaan, antara lain Karirhub untuk informasi lowongan kerja, Maganghub untuk pemagangan, Skillhub untuk pelatihan vokasi, Sertihub untuk sertifikasi kompetensi, serta Bizhub untuk pengembangan tenaga kerja mandiri dan kewirausahaan.
Kepala Pusat Pasar Kerja Kemnaker, R Nurhidajat, S.E., M.Ec., DEV., menyampaikan bahwa Kemnaker merencanakan integrasi data tracer study alumni Unsoed dengan PDDikti, sistem Kemnaker, dan BPJS Ketenagakerjaan.
“Ke depan, kami merencanakan integrasi data tracer study alumni Unsoed dengan PDDikti, sistem Kemnaker, dan BPJS Ketenagakerjaan. Dengan integrasi ini, kita dapat memperoleh gambaran yang lebih objektif mengenai penyerapan lulusan, khususnya di sektor formal, sekaligus melihat kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar kerja,” ujarnya.
Kemnaker juga mendorong pemanfaatan profil kompetensi alumni Unsoed untuk membuka peluang kerja di tingkat internasional, termasuk sektor hospitality di sejumlah negara. Audiensi dilanjutkan dengan diskusi mengenai penguatan kerja sama, integrasi data lulusan, pengembangan kompetensi, serta kebutuhan pasar kerja.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak




