Publish: 27 Oktober 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Sel, 27/10/26] Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Prof. Dr. Eng. Maria Dyah Nur Meinita, S.Pi., M.Sc., mendapat undangan sebagai visiting professor di Gyeongsang National University (GNU), Korea Selatan, pada 18 September hingga 16 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring akademik internasional, mengembangkan riset kolaboratif, serta meningkatkan kualitas publikasi ilmiah di bidang bioteknologi kelautan.
Prof. Maria, yang juga menjabat sebagai Koordinator Program Studi Magister Bioteknologi Pertanian Unsoed, mengikuti sejumlah agenda akademik selama kunjungan tersebut. Kegiatan meliputi seminar ilmiah, diskusi pengembangan penelitian bersama, serta penjajakan kolaborasi publikasi ilmiah dengan akademisi GNU.
Dalam salah satu agenda, Prof. Maria hadir sebagai pembicara undangan (invited speaker) pada seminar ilmiah yang diselenggarakan GNU. Ia menyampaikan materi mengenai bioprospeksi organisme laut dan potensi pemanfaatannya di sektor industri. Materi tersebut juga membahas peluang penerapan bioteknologi untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya hayati laut.
Kunjungan ini turut menghasilkan kesepahaman untuk mengembangkan kerja sama penelitian dan akademik antara Unsoed dan GNU. Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan penelitian bersama, pertukaran pengetahuan dan keahlian, serta penyusunan dan publikasi artikel ilmiah berdasarkan hasil penelitian kolaboratif.
Secara khusus, Prof. Maria menjalin kolaborasi penelitian dan publikasi ilmiah dengan Laboratorium Foodtech yang dipimpin oleh Prof. Choi Jae Suk. Kerja sama ini diarahkan untuk mengoptimalkan kompetensi dan fasilitas penelitian kedua pihak, khususnya dalam pengembangan bioteknologi kelautan, bioprospeksi organisme laut, dan potensi pemanfaatannya di sektor industri.
Kolaborasi tersebut juga membuka peluang pengembangan agenda penelitian jangka panjang serta pelibatan mahasiswa dan peneliti dalam kegiatan riset bersama. Melalui langkah ini, kedua institusi diharapkan dapat menghasilkan luaran ilmiah yang berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi, sekaligus meningkatkan visibilitas publikasi pada tingkat internasional.
Hubungan akademik Unsoed dan GNU juga berkembang melalui kegiatan pembelajaran dan seminar internasional. Salah satu bentuk kolaborasi tersebut adalah partisipasi Prof. Khawaja Muhammad Imran Bashir, Guru Besar GNU, sebagai dosen tamu dalam International Guest Lecture Program Studi Magister Bioteknologi Pertanian Unsoed pada 29 Juni 2026.
Kegiatan yang mengangkat tema “Food Biotechnology: Emerging Technologies at the Interface of Food and Biotherapeutic Engineering” tersebut memberikan wawasan kepada mahasiswa, dosen, dan peneliti mengenai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang bioteknologi.
Prof. Khawaja Muhammad Imran Bashir juga menjadi salah satu pembicara undangan dalam seminar internasional The 9th International Conference on Multidisciplinary Approaches for Sustainable Rural Development (ICMA-SURE 2026) yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsoed pada 14 Oktober 2026. Keterlibatannya dalam kedua kegiatan tersebut memperkuat interaksi akademik antara Unsoed dan GNU, baik dalam pengembangan keilmuan maupun pertukaran pengalaman penelitian.
Prof. Maria menyampaikan bahwa kolaborasi internasional berperan penting dalam memperkuat kapasitas penelitian dan mendorong inovasi di bidang bioteknologi kelautan.
“Kolaborasi internasional sangat penting dalam pengembangan bioteknologi kelautan karena memungkinkan para peneliti untuk saling melengkapi keahlian, berbagi fasilitas dan sumber daya penelitian, serta mengintegrasikan perspektif ilmiah dari berbagai institusi dan negara. Melalui kerja sama yang terencana dan berkelanjutan, potensi sumber daya hayati laut dapat dikaji secara lebih komprehensif untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Prof. Maria.
Melalui program visiting professor dan berbagai kegiatan akademik tersebut, Unsoed terus memperluas peluang kemitraan internasional dalam bidang penelitian, pendidikan, dan publikasi ilmiah. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong lahirnya riset inovatif, meningkatkan kualitas luaran akademik, serta memperkuat kontribusi Unsoed dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di tingkat global. #unsoedberdampak




