Publish: 13 Oktober 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Sel, 13/10/26] Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (FK Unsoed) berupaya meningkatkan literasi kesehatan dan keamanan pangan bagi pasien diabetes melitus melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Riset bertema “Pemberdayaan Penderita Diabetes Melitus melalui Inovasi Diet Probiotik Kefir dan Tempe”. Kegiatan yang bekerja sama dengan Klinik Pratama Rawat Jalan Tanjung Purwokerto ini dilaksanakan pada Kamis (8/10/2026) di STIKES Bina Cipta Husada (BCH) Purwokerto.
Kegiatan tersebut diikuti pasien diabetes melitus yang mendapatkan pelayanan di Klinik Pratama Rawat Jalan Tanjung Purwokerto. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta mengenai pentingnya menjaga kesehatan mikrobiota usus serta mengenal pangan fermentasi sebagai bagian dari pola makan sehat.
Ketua Tim Pengabdi, Anriani Puspita Karunia Ning Widhi, S.Si., M.Si., menegaskan bahwa pengelolaan diabetes melitus tidak hanya berkaitan dengan pembatasan makanan, tetapi juga pembentukan kebiasaan makan yang sehat, seimbang, dan berkelanjutan.
“Melalui pemilihan pangan yang tepat. Edukasi ini mengajak masyarakat untuk mengenal serta memanfaatkan potensi pangan fungsional lokal, seperti tempe dan kefir yang berasal dari fermentasi susu sapi atau kambing, sebagai pilihan pangan bergizi yang mendukung kesehatan pencernaan,” ujarnya.
Ia menegaskan, pangan fermentasi dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang, tetapi bukan pengganti pengobatan medis. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memahami manfaat pemilihan pangan yang tepat sekaligus memiliki keterampilan mengolah pangan fermentasi secara higienis.
Kegiatan ini menghadirkan dua materi utama. Materi pertama, “Edukasi Keamanan Pangan Mikrobiologis: Menjaga Keseimbangan Mikrobiota Usus dan Mitigasi Bakteri Resisten (ESBL)”, disampaikan oleh Dr. dr. Dwi Utami Anjarwati, M.Kes., Sp.MK.
Materi tersebut membahas keamanan pangan dari aspek mikrobiologis, keseimbangan mikrobiota usus, serta kewaspadaan terhadap bakteri penghasil Extended-Spectrum Beta-Lactamase (ESBL), yaitu enzim yang dapat menyebabkan bakteri resisten terhadap sejumlah antibiotik. Peserta juga memperoleh pemahaman tentang pentingnya menjaga kebersihan saat menangani dan mengolah makanan, memilih bahan pangan yang aman, serta menerapkan praktik higiene untuk mengurangi risiko kontaminasi.
Materi kedua disampaikan oleh Anriani dengan topik “Pengenalan Kefir, serta Inovasi Olahan Tempe dan Kefir”. Peserta diperkenalkan pada potensi tempe dan kefir sebagai produk pangan fermentasi yang dapat dikembangkan menjadi pilihan konsumsi sehari-hari dengan tetap memperhatikan cara pengolahan yang tepat dan aman.
Sebagai bagian dari pembelajaran aplikatif, peserta mengikuti praktik pembuatan kefir susu kambing secara mandiri dan higienis. Setiap peserta memperoleh satu set peralatan dan bahan baku untuk praktik tersebut. Melalui kegiatan ini, peserta dapat mempelajari secara langsung tahapan pembuatan kefir, termasuk pentingnya menjaga kebersihan bahan dan peralatan.
Melalui program berbasis riset ini, FK Unsoed berharap edukasi dan praktik langsung dapat mendukung peningkatan literasi kesehatan serta keamanan pangan bagi pasien diabetes melitus. Upaya pemberdayaan tersebut diharapkan membantu masyarakat membangun kebiasaan konsumsi pangan yang lebih aman, bijak, dan seimbang sebagai bagian dari pengelolaan kesehatan sehari-hari.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak




