Publish: 10 Agustus 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Sen, 10/8/26] Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melalui program Kawal Desa FPIK Berdampak melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Karangnanas, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Edukasi Budidaya Ikan Berbasis Rumah Tangga untuk Mendukung Ketahanan Pangan dan Gizi Masyarakat”.
Dalam kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (8/8/2026), masyarakat diperkenalkan dengan Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) sebagai alternatif budidaya pangan yang dapat diterapkan pada lahan terbatas. Konsep ini memadukan pemeliharaan ikan dengan penanaman sayuran dalam satu wadah sehingga dapat dilakukan di lingkungan rumah.
Dekan FPIK Unsoed Prof. Dr. Endang Hilmi, S.Hut., M.Si., IPU., ASEAN Eng., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen FPIK untuk menghadirkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat.
“Pengabdian kepada masyarakat ini menjadi bagian dari komitmen FPIK Unsoed untuk menghadirkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat langsung dimanfaatkan masyarakat Banyumas,” katanya.
Menurutnya, program Kawal Desa FPIK Berdampak tidak hanya menjadi sarana penerapan pengetahuan perguruan tinggi, tetapi juga ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk belajar bersama masyarakat sehingga inovasi yang dikembangkan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Kepala Desa Karangnanas Warto menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi dan praktik Budikdamber dapat memberikan pengetahuan baru sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan budidaya pangan secara mandiri.
“Kegiatan semacam ini memberikan tambahan pengetahuan sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk mencoba teknologi yang relatif sederhana dan mudah diterapkan,” ujarnya.
Materi sosialisasi dan percontohan Budikdamber disampaikan oleh Penyuluh Perikanan Kabupaten Purbalingga Saprudin, S.Pi., M.Si., dan Penyuluh Perikanan Kabupaten Banyumas Amin Khotimyati, S.Pi.
Masyarakat tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai konsep Budikdamber, tetapi juga diajak melihat dan mempraktikkan secara langsung penerapannya. Pendampingan kemudian dilanjutkan melalui pemberian sarana secara bertahap hingga awal September 2026. Sarana tersebut antara lain ember Budikdamber dan material probiotik untuk membantu menjaga kualitas air, mengurangi bau akibat sisa pakan dan feses, serta mendukung pertumbuhan ikan yang lebih sehat.
Melalui kegiatan tersebut, FPIK Unsoed mendorong masyarakat untuk memanfaatkan ruang yang tersedia di lingkungan rumah sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan pangan. Budikdamber diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan sederhana yang dapat dikembangkan sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing rumah tangga.
Kegiatan di Desa Karangnanas juga menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi memperkuat kolaborasi dengan pemerintah desa, penyuluh perikanan, serta masyarakat dalam menjawab persoalan ketahanan pangan dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.
Dari sisi pembangunan berkelanjutan, kegiatan ini berkaitan dengan SDG 2 (Zero Hunger) melalui penguatan akses pangan di tingkat rumah tangga. Produksi ikan dan sayuran juga mendukung ketersediaan pangan bergizi yang sejalan dengan SDG 3 (Good Health and Well-being).
Pemanfaatan lahan dan sumber daya secara lebih efisien turut berkaitan dengan SDG 12 (Responsible Consumption and Production). Sementara kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, penyuluh, dosen, mahasiswa, dan masyarakat mencerminkan semangat SDG 17 (Partnerships for the Goals).
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak




