Publish: 20 Agustus 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Kam, 20/8/26] Upaya membangun ketangguhan masyarakat dan lingkungan pascabencana menjadi fokus Joint Community-Service Program 2026 yang mempertemukan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dengan Ibaraki University, Jepang, di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.
Mengusung tema “Recovery from Natural Disaster”, program yang dikoordinasikan International Relations Office (IRO) Unsoed ini berlangsung selama tujuh hari, 17–23 Agustus 2026. Dari Ibaraki University Prof. Tatsuo Sato bersama mahasiswa Jepang untuk mempelajari secara langsung proses pemulihan masyarakat dan lingkungan setelah bencana.
Rombongan mengunjungi kawasan terdampak banjir bandang di Dusun Gunung Malang, Desa Serang. Kunjungan menjadi bagian dari pembelajaran lapangan untuk memahami dampak bencana terhadap lingkungan, permukiman, lahan pertanian, serta kehidupan masyarakat.
Peserta memperoleh penjelasan mengenai kondisi kawasan sebelum dan setelah bencana, proses terjadinya banjir bandang, arah aliran dan material banjir, hingga dampaknya terhadap permukiman dan tanaman pertanian masyarakat yang terdampak dan hilang akibat bencana.
Untuk memperkuat pemahaman terhadap kondisi lokal, IRO Unsoed melibatkan Komunitas Dharma Bhakti Patanjala dan komunitas lokal Edelweis Adventure sebagai mitra pendamping lapangan. Keduanya menjadi jembatan antara pengetahuan akademik dan pengalaman masyarakat, sehingga mahasiswa Ibaraki University dapat memahami persoalan kebencanaan dari perspektif warga yang berinteraksi langsung dengan lingkungan.
Komunitas Dharma Bhakti Patanjala memberikan perspektif mengenai keterkaitan kondisi ekologis, sumber daya alam, dan kerentanan wilayah pedesaan terhadap bencana. Sementara Edelweis Adventure bersama warga lokal mengenalkan lanskap Desa Serang sekaligus perubahan lingkungan yang terjadi setelah bencana.
Pengalaman masyarakat menjadi sumber pembelajaran penting. Warga tidak hanya mengalami banjir bandang sebagai sebuah peristiwa, tetapi juga memiliki pengetahuan mengenai kondisi sungai, kontur lahan, vegetasi, pola pertanian, serta perubahan lingkungan sebelum dan sesudah bencana.
Dalam konteks ini, Patanjala dan Edelweis Adventure berperan sebagai knowledge bridge yang mempertemukan pengetahuan lokal dengan perspektif akademisi dan mahasiswa internasional.
Selain kebencanaan dan pemulihan lingkungan, mahasiswa Ibaraki University mengamati berbagai tanaman dan sayuran yang dikembangkan masyarakat Desa Serang. Pengamatan diarahkan untuk memahami potensi pertanian lokal serta keterkaitannya dengan pemberdayaan masyarakat, pengembangan agrowisata, dan pemulihan aktivitas ekonomi pascabencana.
Mahasiswa volunteer IRO Unsoed, Rivai Pasaribu, mengatakan program tersebut tidak hanya berfokus pada penanggulangan bencana. “Sasarannya adalah pemberdayaan masyarakat pedesaan, pengembangan agrowisata, serta mencari solusi atas persoalan kebencanaan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna untuk mengatasi permasalahan tersebut,” kata Rivai.
Menurutnya, interaksi langsung dengan masyarakat memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk memahami persoalan desa secara lebih konkret. Pengetahuan lapangan tersebut melengkapi perspektif akademik yang diperoleh melalui pembelajaran di perguruan tinggi.
Kehadiran Prof. Tatsuo Sato dan mahasiswa Ibaraki University juga memperkuat kerja sama internasional Unsoed melalui kegiatan yang memadukan pembelajaran, pengabdian, dan pertukaran pengetahuan.
Pertemuan akademisi, mahasiswa Jepang, sivitas akademika Unsoed, komunitas lokal, dan masyarakat Desa Serang membuka ruang berbagi pengalaman mengenai kebencanaan, lingkungan, pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan pedesaan.
Melalui Joint Community-Service Program 2026, Desa Serang tidak hanya menjadi lokasi pengabdian, tetapi juga ruang belajar bersama Indonesia dan Jepang dalam membangun masyarakat pedesaan yang lebih tangguh.
Pemulihan pascabencana dipahami tidak sebatas memperbaiki kerusakan fisik, tetapi juga membangun kembali kapasitas masyarakat, mengembangkan potensi ekonomi lokal, memahami lingkungan, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana di masa mendatang. #unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak




