Publish: 27 Agustus 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Kam, 27/8/26] Kolaborasi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan Ibaraki University, Jepang, dalam membangun ketangguhan masyarakat pascabencana ditutup melalui Final Report Presentation International Community Service Program (ICSP) 2026. Kegiatan berlangsung di Auditorium Fakultas Pertanian Unsoed, Rabu (26/8/2026).
Mengusung tema “Recovery from Natural Disaster”, ICSP 2026 dilaksanakan di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, selama tujuh hari, 17–23 Agustus 2026. Program ini dikoordinasikan oleh International Relations Office (IRO) Unsoed.
Prof. Tatsuo Sato dari Ibaraki University menyampaikan bahwa Desa Serang tidak hanya menjadi lokasi pengabdian, tetapi juga ruang belajar bersama bagi mahasiswa Indonesia dan Jepang dalam membangun masyarakat pedesaan yang lebih tangguh.
Menurutnya, esensi program tidak sekadar memperoleh informasi dari negara lain, tetapi juga mempelajari cara berpikir dari perspektif berbeda, membangun komunikasi lintas budaya, serta bekerja bersama dalam menyelesaikan persoalan di masyarakat.
Prof. Sato juga menyampaikan apresiasi kepada Unsoed yang selama 10 tahun telah mendukung hubungan kerja sama dengan Ibaraki University. “Saya ingin menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Unsoed yang telah mendukung kerja sama ini selama 10 tahun. Kami senang menjadi mitra anda dan berharap kepercayaan serta hubungan yang telah dibangun antarinstitusi akan terus berkembang ke depan,” katanya.
Sementara itu, Direktur IRO Unsoed, Dr. Agus Haryanto, turut menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin antara Unsoed dan Ibaraki University. Menurutnya, hubungan kedua institusi telah berkembang tidak hanya sebagai kemitraan institusional, tetapi juga menajdi hubungan yang erat.
“Kami di IRO Unsoed, Prof. Sato, dan Ibaraki University bukan hanya partner, tetapi juga teman dan bahkan keluarga bagi kami. Melalui program yang dilaksanakan setiap tahun ini, Prof. Sato berkunjung ke Unsoed dan memiliki program lanjutan di Desa Serang,” ujar Dr. Agus.
Ia menambahkan, Unsoed dan Ibaraki University terus membuka peluang kolaborasi lanjutan, termasuk kesempatan bagi sivitas akademika Unsoed untuk berkunjung dan menjalankan kegiatan di Ibaraki University. “Karena itu, kami mempersiapkan lebih banyak kolaborasi dengan Ibaraki University,” tambahnya.
Pada sesi Final Report Presentation, empat tim mahasiswa Ibaraki University dan dua tim mahasiswa Unsoed mempresentasikan hasil dan pengalaman selama mengikuti program. Presentasi tersebut memperlihatkan beragam perspektif dari kedua negara, sekaligus menunjukkan semangat belajar, berbagi pengetahuan, dan bekerja bersama melalui kolaborasi internasional.
Salah satu tim mahasiswa Ibaraki University memaparkan upaya pemulihan masyarakat Desa Serang pascabencana melalui gotong royong, bantuan donasi, penguatan pertanian tumpangsari, serta pemetaan konseptual wilayah terdampak.
Dalam pemaparannya, mahasiswa juga mengidentifikasi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan akses air dan keberlanjutan sektor pertanian. Karena itu, pemulihan pascabencana perlu dilakukan secara komprehensif melalui penguatan aspek pencegahan, pendidikan, budaya, serta kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana berikutnya.
Melalui ICSP 2026, Unsoed dan Ibaraki University kembali menegaskan komitmen untuk menjadikan kolaborasi internasional sebagai ruang belajar bersama sekaligus sarana memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Program ini diharapkan menjadi pijakan bagi penguatan kerja sama kedua universitas pada masa mendatang.
#unsoed1963 #merdekamajumendunia #berdampak




