Publish: 21 Oktober 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Rab, 21/10/26] Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), menyelenggarakan aksi World Cleanup Day (WCD) 2026 di tujuh pantai wisata sepanjang pesisir Teluk Penyu, Jawa Tengah, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini mengintegrasikan aksi bersih pantai dengan Praktikum Pengendalian Pencemaran Perairan, Manajemen Kualitas Air, dan Manajemen Sumberdaya Perikanan.
Mengusung tema nasional “Aksi Bersih Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah”, kegiatan ini diikuti 405 peserta yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa MSP, Relawan Pertamina Peduli (RELPI), dan masyarakat setempat. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan pesisir sekaligus sarana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa.
Koordinator Program Studi MSP, Dr. Dyahruri Sanjayasari, S.Pt., M.Si., turut memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan program studi ini menegaskan pentingnya menghubungkan proses pembelajaran akademik dengan persoalan lingkungan perairan yang dihadapi masyarakat.
Wakil Dekan Bidang Akademik FPIK Unsoed, Dr. Nuning Vita Hidayati, S.Pi., M.Si., menegaskan bahwa World Cleanup Day memiliki makna lebih luas daripada sekadar membersihkan pantai.
“Persoalan sampah bukan hanya persoalan kebersihan atau keindahan pantai. Lebih dari itu, sampah merupakan persoalan lingkungan yang dapat memengaruhi kualitas perairan, kesehatan ekosistem, keberlanjutan sumber daya perikanan, bahkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Karena itu, kita perlu bergerak melampaui kegiatan membersihkan sampah, menuju upaya memahami sumber pencemaran, dampaknya, dan strategi pencegahannya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kegiatan lapangan menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori perkuliahan dengan kondisi lingkungan secara langsung.
“Ilmu pengetahuan harus hadir dalam tindakan, dan kepedulian harus diwujudkan melalui kontribusi nyata. Saya berharap mahasiswa tidak hanya pulang membawa dokumentasi kegiatan, tetapi juga pengetahuan baru, pengalaman, dan pemahaman yang lebih mendalam tentang persoalan pencemaran perairan,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan, dilanjutkan pengondisian peserta menuju lokasi serta pelaksanaan praktikum lapangan berdasarkan pembagian kelas dan arahan dosen pendamping. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berlatih mengamati kondisi pesisir, mengenali potensi sumber pencemaran, serta mengembangkan kemampuan analisis sebagai bekal merumuskan solusi pengelolaan sumber daya perairan berkelanjutan.
Aksi ini juga mendorong perubahan perilaku melalui pengurangan penggunaan barang sekali pakai, pemilahan sampah, dan peningkatan tanggung jawab individu terhadap sampah yang dihasilkan.
Pelaksanaan WCD 2026 didukung PT Surveyor Indonesia, PLN IP UBP Adipala, Pusat Biodiversitas Maritim Unsoed, RELPI, dan UNU Purwokerto. Kolaborasi perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat ini diharapkan memperkuat edukasi, penelitian terapan, serta upaya berkelanjutan dalam menjaga ekosistem pesisir.
Melalui integrasi aksi lingkungan dan praktikum, Unsoed mendorong mahasiswa tidak hanya memahami persoalan pencemaran secara akademik, tetapi juga mengambil peran nyata dalam menjaga kelestarian perairan dan keberlanjutan sumber daya pesisir.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak




