Publish: 21 Agustus 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Jum, 21/8/26] Tim dosen Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kembangkuning, Nusakambangan, Kabupaten Cilacap. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan warga binaan melalui keterampilan produktif sekaligus mendukung ketahanan pangan di lingkungan lapas.
Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Kelompok Tani Warga Binaan Pemasyarakatan melalui Budidaya Jamur Tiram Berbasis Kemandirian dan Ketahanan Pangan” tersebut dilaksanakan oleh tim dosen sebagai bagian dari program Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsoed.
Tim pengabdian diketuai Prof. Dr. Nuraeni Ekowati, M.S., dengan anggota Arif Rahman Hikam, S.Pd., M.Si. dan Dr. Puji Lestari, S.E., M.Si., Ak., CA. Kegiatan juga didampingi Tim Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LPPM Unsoed, Prof. Nuniek Ina Ratnaningtyas, M.S. dan Prof. Dr. Sri Lestari, S.E., M.Si.
Program pengabdian memberikan pembekalan teknis dan manajerial kepada warga binaan. Materi budidaya meliputi pengelolaan kumbung, perawatan baglog, pengaturan suhu dan kelembapan, pencegahan kontaminasi, teknik panen, hingga penanganan pascapanen.
Selain keterampilan teknis, peserta mendapatkan pelatihan pembukuan sederhana, perhitungan harga pokok produksi, manajemen kelompok, dan pemasaran hasil panen. Pendekatan tersebut dirancang agar kegiatan budidaya tidak hanya menghasilkan produk pangan, tetapi juga memberikan pengalaman dalam mengelola usaha secara sederhana.
Pada kegiatan terakhir yang berlangsung Selasa (18/8/2026), Kepala Lapas Kelas IIA Kembangkuning, Winarso, A.Md.IP., S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta LPPM Universitas Jenderal Soedirman yang telah mendukung kegiatan ini. Program ini memberikan keterampilan nyata kepada warga binaan sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan di lingkungan lapas,” ujarnya.
Ketua tim pengabdian, Prof. Dr. Nuraeni Ekowati, M.S., mengatakan program dirancang dengan praktik langsung dan pendampingan agar keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara mandiri.
“Kami menerapkan praktik langsung dan pendampingan berkelanjutan agar warga binaan mampu mengelola budidaya jamur secara mandiri, mulai dari pemeliharaan, panen, hingga pencatatan usaha. Keterampilan ini diharapkan menjadi bekal produktif ketika mereka kembali ke masyarakat,” jelasnya.
Budidaya dilakukan dengan memanfaatkan kumbung berkapasitas sekitar 5.000 baglog. Pengembangan program diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan internal lapas sekaligus memberikan peluang kegiatan produktif yang berkelanjutan bagi warga binaan.
#unsoed1963#merdekamajumendunia#berdampak




