Publish: 25 September 2026 - 07.00 WIB - Views Count: 0 Tayangan
[unsoed.ac.id, Jum, 25/10/26] Mahasiswa Program Profesi Apoteker Universitas Jenderal Soedirman angkatan XX menggelar kegiatan penyuluhan bertajuk "DAGUSIBU" (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang Obat dengan Benar) yang diberikan pada siswa anggota ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) di SMA Negeri 2 Purwokerto (17/9) lalu. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 48 siswa anggota PMR, dan dilaksanakan sebagai bagian dari mata kuliah Farmasi Perdesaan.
Kegiatan ini bertujuan untuk membekali siswa PMR dengan pemahaman yang tepat mengenai pengelolaan obat, mengingat peran mereka sebagai kader kesehatan di lingkungan sekolah yang kerap terlibat langsung dalam penanganan pertolongan pertama, termasuk urusan obat-obatan. Dagusibu sendiri merupakan gerakan edukasi yang digagas oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) sebagai upaya preventif untuk mencegah penyalahgunaan obat serta risiko kesehatan akibat kesalahan pengelolaan obat.
Acara diawali dengan sambutan dari apt. Tunggul Adi Purwonugroho, M.Sc. selaku dosen pembimbing dari pihak Universitas Jenderal Soedirman, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Universitas Jenderal Soedirman yang telah menyelesaikan pendidikan Sarjana Farmasi. Beliau berharap ilmu yang disampaikan dapat memberikan manfaat secara nyata bagi para siswa, sekaligus menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesediaan pihak sekolah dalam menerima serta mendukung kelancaran kegiatan ini. Sambutan turut disampaikan oleh Yunita Lusia Serlina Bunga, S.Th, selaku guru pembina ekstrakurikuler PMR SMAN 2 Purwokerto, yang menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini dan berharap materi yang disampaikan dapat menambah pemahaman siswa PMR sebagai bekal dalam menjalankan tugas kepalangmerahan di sekolah.
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Adhistya dan Latifah sebagai mahasiswa profesi apoteker. Dalam sesi ini, pemateri menjelaskan secara rinci empat pilar utama DAGUSIBU, yakni cara mendapatkan obat dari sumber yang resmi dan terpercaya seperti apotek dan fasilitas kesehatan berizin, cara menggunakan obat sesuai dosis dan aturan pakai yang tertera, cara menyimpan obat pada suhu dan kondisi yang tepat agar kualitasnya tetap terjaga, serta cara membuang obat kadaluarsa atau rusak dengan metode yang aman agar tidak disalahgunakan maupun mencemari lingkungan.
Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan demonstrasi langsung cara membuang obat tablet yang telah kadaluarsa atau rusak, di mana siswa diajarkan tahapan yang benar mulai dari mengeluarkan obat dari kemasan, menghancurkan tablet, mencampurnya dengan bahan yang tidak disukai seperti tepung, hingga membungkusnya rapat sebelum dibuang agar tidak disalahgunakan atau dikonsumsi pihak yang tidak berkepentingan.
"Edukasi DAGUSIBU penting bagi anggota PMR karena mereka merupakan kader kesehatan di sekolah. Harapannya, pengetahuan ini tidak hanya dipahami, tetapi juga dapat diterapkan dan dibagikan kepada lingkungan sekitar,” ujar Latifah, mahasiswa PSPPA Unsoed.
Salah satu peserta, Nizam, mengaku baru pertama kali mengetahui logo-logo obat dan menyampaikan kesan positif, "Acaranya seru sekali! Pertama kali tahu logo obat dan materinya bermanfaat dan bisa diterapkan oleh kami," sekaligus berharap materi yang diperoleh dapat diterapkan oleh PMR SMADA serta PMR SMA Negeri 2 Purwokerto dan PSPPA Unsoed dapat terus berkembang dalam berkarya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa PSPPA UNSOED berharap siswa PMR SMAN 2 Purwokerto semakin sadar akan pentingnya pengelolaan obat yang benar, sekaligus dapat menerapkan dan menyebarluaskan pengetahuan ini di lingkungan sekolah maupun keluarga.




